Penandatanganan Deklarasi Bersama Kemitraan Komprehensif oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Rabu, 20 November, di Jakarta, dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan kedua negara.
Presiden SBY menilai hubungan Indonesia dan Belanda saat ini dalam keadaan baik, kuat, dan terus berkembang. Sementara PM Rutte memandang penandatanganan Deklarasi Bersama Kemitraan Komprehensif sebagai hal bersejarah dalam memperkuat kerja sama kedua negara.
Sejauh ini Indonesia-Belanda sudah menjalin kerja sama dalam bidang ekonomi dan kebudayaan, tetapi dinilai tidak memadai dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dihadapi kedua bangsa dan negara pada masa-masa mendatang. Atas pertimbangan itu, kedua negara mendorong kemitraan komprehensif, yang menurut PM Rutte akan mencakup bidang kerja sama ekonomi, politik luar negeri, isu hak asasi, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya.
Secara lebih rinci, pihak Indonesia mengusulkan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pengelolaan air, pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur, penataan sistem logistik, bidang pertanian, dan pendidikan. Juga diusulkan kerja sama pariwisata, kesehatan, industri pertahanan, energi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peluang kerja sama kedua negara memang terbuka lebar dan sangat strategis, lebih-lebih juga karena posisi kedua negara secara regional masing-masing termasuk sentral. Indonesia memiliki peran besar di kawasan Asia Tenggara dan Asia, termasuk anggota G-20. Sementara Belanda termasuk negara yang dapat bertahan menghadapi tekanan krisis keuangan yang melanda Eropa belakangan ini.
Lawatan PM Rutte ke Indonesia tidak hanya ingin memperlihatkan kedekatan hubungan bilateral, tetapi sekaligus mendorong kerja sama lebih besar dan lebih kuat yang berjangkauan jauh ke masa mendatang. Keinginan mendorong kerja sama yang lebih kuat terlihat jelas pada jumlah anggota rombongan yang mengikuti kunjungan Rutte. Anggota rombongan bukan hanya Menteri Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Pembangunan Liliane Ploumen serta Menteri Pertanian Sharon Dijksma, melainkan juga 110 pengusaha yang ingin menjajaki bisnis di Indonesia.
Kerja sama kedua bangsa, yang memiliki hubungan spesial pada masa lalu, diharapkan akan saling memberikan keuntungan dan manfaat untuk jangka panjang. Jika kerja sama saling menguntungkan itu dapat diwujudkan, Indonesia dan Belanda benar-benar memasuki era hubungan sejarah baru, yang sama-sama dapat berdiri tegap dalam menatap masa depan yang lebih baik dan sejahtera.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003295159
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar