Rousseff dilengserkan dengan mayoritas suara 55 berbanding 22. Ini merupakan akhir dominasi selama 13 tahun Partai Pekerja, partai yang didirikan mantan Presiden Brasil Luiz Inacio "Lula" da Silva, yang berhasil mengangkat perekonomian Brasil.
Kontroversial, karena Rousseff tidak pernah dikenai tuduhan korupsi, sementara para inisiator pemakzulan adalah para politisi yang telah dikenai berbagai tuduhan penyimpangan, termasuk Wakil Presiden Michel Temer (75) yang kini menjadi presiden sementara. Rousseff dituduh telah melanggar peraturan akuntansi anggaran, yang lazim dilakukan para pendahulunya.
Krisis politik di negeri "Samba" ini menjadi sorotan karena terjadi di saat Brasil akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 Agustus mendatang, juga di saat negeri ini mengalami resesi ekonomi yang berat dan dirundung skandal korupsi besar-besaran.
Tugas terberat Temer yang berasal dari Partai Gerakan Demokratik Brasil adalah memulihkan kepercayaan rakyat, menyatukan rakyat Brasil yang terbelah, dan memulihkan perekonomian. Namun, kabinet yang dibentuknya tidak mencerminkan hal itu dan condong ke "kanan".
Pertama, dari 23 menteri di kabinet Temer, tidak ada seorang pun perempuan. Wajah kabinet seperti ini hanya pernah terjadi ketika Brasil berada di bawah pemerintahan diktator militer. Langkah Temer ini dikecam kaum perempuan Brasil.
Kedua, tidak ada menteri keturunan Afro-Brasil, semuanya adalah menteri berkulit putih. Padahal, separuh dari penduduk Brasil adalah Afro-Brasil yang berkulit gelap. Ketiga, ada sejumlah menteri bermasalah yang sedang dalam penyelidikan, antara lain menteri pertanian, menteri pariwisata, dan sekretaris presiden. Temer sendiri memiliki masalah hukum. Ia sudah dinyatakan bersalah karena memanipulasi dana kampanye pemilu sehingga ada kemungkinan tidak bisa mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun 2018.
Tantangan Temer lainnya, "menaklukkan" kubu pendukung Rousseff yang sampai saat ini yakin Temer adalah pengkhianat. Partai Pekerja yang didukung gabungan berbagai serikat pekerja di Brasil bertekad membuat hidup Temer merana dengan gerakan pembangkangan sipil, antara lain dengan pemogokan massal.
Temer, politisi kawakan yang dijuluki sebagai "king maker", telah makan asam garam di dunia politik. Ia meraih ambisi menjadi penguasa Brasil melalui strategi politik yang tak diduga lawan-lawannya. Namun, jalan yang akan dilaluinya sungguh terjal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar