Blog ini berisi KLIPING aneka kritik, opini, solusi yang dihimpun dari berbagai media. Situs ini merupakan kliping pribadi yang dapat diakses publik. Selamat membaca
Cari Blog Ini
Senin, 04 Maret 2013
Presiden SBY: Laporan Intelijen, Ada yang Ingin Goncang Pemerintah
"Saya hanya berharap kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu, tetaplah berada dalam koridor demokrasi. Itu sah. Namun, kalau lebih dari itu, apalagi kalau lebih dari sebuah rencana untuk membuat gonjang-ganjing negara kita, untuk membuat pemerintah tidak bisa bekerja, saya khawatir ini justru akan menyusahkan rakyat kita," katanya.
Presiden mengatakan, seharusnya semua pihak menjaga stabilitas politik sepanjang tahun ini dan tahun 2014 agar pemilu 2014 bisa berjalan demokratis, aman, dan tertib. Jika negara terguncang, kata dia, tidak baik untuk kehidupan ke depan.
Presiden lalu kembali menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif di tengah kemerosotan ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata dia, berada di urutan kedua di negara-negara G-20. Ia meminta semua pihak untuk menjaga hasil itu.
"Jangan sampai dengan sangat susah payah kita menjaga perekonomian kita tetap tumbuh, tapi kemudian harus tercabut karena keadaan dalam negeri yang tidak kondusif. Misalnya stabilitas politik, stabilitas sosial, dan situasi keamanan terganggu akibat hiruk-pikuk politik yang dilakukan oleh sejumlah elite politik dan kelompok-kelompok tertentu. Kalau itu terjadi, rakyat juga yang akan menderita," papar Presiden.
(Kompas cetak, 3 Maret 2013)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Selasa, 18 Januari 2011
Hasil Rapat SBY-Tokoh Agama Tak Konkret
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu
Selasa, 18 Januari 2011
JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para pemuka dan tokoh lintas agama belum menghasilkan hal yang konkret.
Keprihatinan para pemuka dan tokoh agama masih direspons oleh pemerintah dengan cara memberikan janji-janji yang baru. Namun, Presiden berkomitmen untuk meneruskan dialog ini guna membahas dan menghasilkan hal-hal yang lebih konkret.
Demikian disampaikan secara terpisah oleh Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Selasa (18/1/2011).
"Kami akan mengawal terus dan menuntut janji pemerintah," kata Andreas kepada para wartawan seusai mengikuti dialog di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/1/2011). Selain Din dan Andreas, tokoh agama yang turut hadir, di antaranya, Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj dan Ketua KWI Mgr D Situmorang.
Ada juga Ketua Walubi Siti Hartati Murdaya, Ketua PHDI I Made Gde Erata, Ketua Matakin Budi S Tanuwibowo, rohaniwan Katolik Romo Frans Magnis Suseno, rohaniwan Buddha Bhiksu Sri Pannyavaro Mahatera, dan lainnya.
Sementara itu, Presiden didampingi Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, serta Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Ada pula Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pendidikan M Nuh, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.
"Akan ada pertemuan lebih lanjut dan lebih substansial. Pemerintah membuka dengan lebar kesempatan dialog tersebut. Dialog seperti ini merupakan bagian komunikasi antara pemerintah dan komponen masyarakat," kata Djoko.
Sementara itu, Din meyakini bahwa kekuatan dialog dapat turut berkontribusi menyelesaikan masalah bangsa. Isu-isu yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir lima jam tersebut, antara lain, pemberantasan korupsi, kebebasan beribadah, kemiskinan, dan ketenagakerjaan.
Para pemuka dan tokoh agama, kata Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Jeirry Sumampow, berkomitmen untuk terus menyiapkan data dan mengemukakan fakta-fakta baru. Menko Polhukam mengatakan, secara umum, dialog berlangsung hangat.
Kedua belah pihak saling menghargai pendapat yang dikemukakan. Selain persamaan pandangan, ada pula perbedaan pandangan terhadap sejumlah hal.
"Namun, inilah demokrasi," kata Djoko ketika menutup dialog yang berlangsung secara tertutup. Penutupan sedianya akan dilakukan oleh Presiden. Dialog ini digelar tak lama setelah para pemuka dan tokoh agama menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan kebohongan publik. Presiden pun, menurut pengakuan beberapa tokoh dan pemuka agama, langsung mengundang para tokoh agama tersebut ke Istana.
"Karena tokoh agama enggak enak, maka mereka datang dan mengemukakan pemikirannya," kata salah seorang tokoh agama yang hadir dalam pertemuan di Istana Negara.
Sementara itu, Ketua Umum Matakin Budi mengatakan, dirinya hadir dalam dialog tersebut atas undangan dari Sekretariat Negara. Rohaniwan Romo Benny Susetyo, secara terpisah, mengaku sempat bingung akibat undangan yang dikirimkan berkali-kali ke kantor KWI.
Namun, Presiden malah mengklaim bahwa dialog tersebut digelar bukan atas inisiatifnya. Ketika membuka dialog, Presiden mengatakan, inisiatif datang dari Din. Inisiatif ini pun langsung disambutnya.
Minggu, 16 Januari 2011
Orang Batak Kecam Rencana Pemberian Gelar Raja Batak untuk SBY
http://www.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/01/16/orang-batak-kecam-rencana-pemeberian-gelar-raja-batak-untuk-sby
Orang Batak Kecam Rencana Pemberian Gelar Raja Batak untuk SBY
Minggu, 16 Januari 2011 11:58 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan warga etnis Batak yang tergabung dalam Aliansi Batak Seluruh Indonesia (ABSI), Minggu (16/1/2011), turun ke jalan memprotes dan mengecam rencana pemberian gelar Raja Batak untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka memulai aksi dengan mengelilingi Bundaran HI sebelum bertolak ke Istana Negara.
Mereka merasa, rencana TB Silalahi yang ingin memberikan gelar Raja Batak tersebut telah melecehkan warga keturunan etnis Batak. Mereka menganggap rencana pemberian gelar sarat kepentingan politis serta tidak pantas dan tidak pada tempatnya.
"Apalagi SBY bukan merupakan keturunan (suku) Batak. Yang lebih penting, SBY juga tidak memiliki jiwa ksatria seperti yang dimiliki warga Batak. Ini bisa menurunkan citra suku Batak. Kami menolak dan mengecam keras rencana itu," ujar koordinator aksi, Frans Pangaribuan.
Selain menilai sosok pribadi SBY tidak pantas menerima gelar tersebut, mereka juga menganggap SBY yang menurut para pemuka Agama di Indonesia merupakan tukang bohong, tidak bisa seenaknya menjadi raja bagi orang Batak.
"Kami orang Batak banyak dibohongi SBY. Yang paling mudah diingat adalah janji SBY yang mau menyelesaikan dan mengusut kasus HKBP yang hingga kini tak jua ada realisasinya. Tukang bohong macam SBY tak pantas dapat gelar Raja Batak," ujar Frans.(*)
Penulis : Alie Usman
Editor : Juang Naibaho
http://www.tribunnews.com/mobile/index.php/2011/01/16/sby-tak-punya-jasa-apapun-terhadap-orang-batak
SBY Tak Punya Jasa Apapun Terhadap Orang Batak
Minggu, 16 Januari 2011 12:07 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberian gelar Raja Batak bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai warga Batak merupakan bentuk pelecehan yang dilakukan TB Silalahi terhadap suku Batak. Tak hanya itu, TB Silalahi juga dituding sebagai antek SBY yang jadi biang kerok lantaran ingin menjual Batak kepada elit kekuasaan hanya untuk kepentingan pribadinya.
Hal itu disampaikan Frans Pangaribuan, koordinator gerakan Aliansi Batak Seluruh Indonesia (ABSI), yang mengecam keras pemberian gelar kehormatan tersebut. Apalagi, menurut ABSI, SBY tak punya secuil jasa pun terhadap warga Batak.
"Pemberian gelar ini sungguh tidak pantas. SBY bukan orang Batak. Dia juga tidak punya jasa apapun bagi warga Batak. Ini hanya sebuah politisasi etnis Batak yang dilakukan antek-antek SBY macam TB Silalahi itu," ujarnya pada Tribunnews.com di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (16/1/2011).
Selain karena SBY bukan orang Batak dan tidak punya jasa apapun bagi Batak, mereka juga punya satu alasan kuat lainnya yang menolak SBY diberi gelar kehormatan tersebut. Menurut Frans, alasan itu tak lain adalah orang batak benci Presiden tukang bohong.
"SBY tidak pantas menerima satupun gelar yang berasal dari masyarakat suku Batak manapun. Orang Batak benci Presiden pembohong. Apalagi jelas, kebohongan SBY bahkan diakui para pemimpin agama. Masa iya tokoh agama bohong menuduh SBY tukang bohong. Jika sudah tokoh agama bilang SBY tukang bohong, berarti itu sudah parah," ujarnya.
Penulis : Alie Usman
Editor : Gusti Sawabi
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Sabtu, 15 Januari 2011
Fw: [corona_mea_vos_estis] Pidato Inggris Gado-gado
1. Dalam melakukan evaluasi kita harus merujuk pada parameter
dan ukuran yang jelas. Correct measurement.
2. Jangan mengukur sesuatu yang tidak menjadi rencana yang
dijalankan pemerintah pada 2010 kemarin, termasuk means yang kita
gunakan…
3. …bukan hanya ditinjau dari implementasi dari kinerja
pemerintah. Tetapi, secara umum, in general, kita harus juga melihat…
4. Pemulihan ekonomi untuk menjaga kesejahteraan rakyat, atau
dengan bahasa bebas saya katakan minimizing the impact of the global
economic crisis.
5. Kita tetapkan sejumlah kebijakan, policies, dan tindakan
nyata, actions.
6. …dan segala upaya yang intinya adalah economic recovery dan
maintaining people's welfare.
7. …mari kita lihat satu persatu, pertumbuhan ekonomi growth…
8. Insya Allah tahun 2010 ini kita bisa mencapai enam persen,
close to six percent.
9. …tujuan untuk sebuah pemulihan ekonomi, economic recovery itu dicapai.
10. Inilah yang mendongkrak perekonomian kita sekarang ini, dan
insya allah growth itu akan menjadi lebih sustain.
11. Unemployment menurun. Banyak negara yang meledak unemploymentnya.
12. Kalau kita bicara pertumbuhan harus disertai dengan pemerataan,
growth with equity.
13. …didukung tata kelola good governance.
14. Sekarang seperti apa structure, magnitude dan sasaran APBN 2011..
15. Supaya saudara tau makna dan arti penting APBN sebagai means
sebagai tools untuk mencapai tujuan dan sasaran.
16. APBN dalam arti government expenditure, government spending…
17. …menuju sebuah anggaran yang berimbang, balance badget.
18. …yang menyakitkan, yang painful.
19. … ternyata hanya mencapai 0,62 persen. Why? Bukan karena kita
tidak membelanjakan, tetapi revenue itu ternyata lebih tinggi
sepanjang 2010.
20. Tapi, kami pemerintah mengatakan, it is achievable, bisa dicapai.
21. …lebih baik yang realistic, achievable, attainable.
22. Apa faktor yang bisa menggagalkan pencapaian sasaran itu, atau
dari perspektif yang lain what kind of assumptions yang bisa kita
tetapkan…
23. …semua proyeksi, semua estimate, di semua negara bagus, global
economy will grow.
24. Tidak ada yang meramalkan, semuanya everything is nice.
25. Dunia ini ada siang ada malam, ada good news, ada bad news.
26. Bad news yang saya maksudkan adalah we have to anticipate kita
harus mengantisipasi sesuatu yang bisa memberikan dampak pada
perekonomian kita.
27. Dunia tengah menyusun kembali, economic order atau financial architecture.
28. Kebijakan mata uang yang "dilemahkan" , dalam teori ekonomi
adalah strategic currency untuk kepentingan special purpose.
29. Ini kalau melebihi kepatutan, dicari-cari, menjadi tidak sehat,
menjadi unfair. Meskipun kita tahu ekonomi itu ya unfair memang.
30. Ekonomi itu unfair, unstable, unsustainable.
31. …yang juga menjadi faktor adalah climate change.
32. Chile bulan februari dihantam gempa bumi 8.8 skala richter. This
morning dihantam lagi 7,1 skala richter. Memang chile sama dengan
Indonesia pada ring of tectonic plates itu yang mudah sekali terjadi
gempa dan tsunami.
33. Perubahan climate yang ekstrim mengubah pola pertanian. Bisa
mengganggu supply pada komoditas pangan dunia.
34. Insya allah tidak ada lah negara yang menyerang Indonesia secara
militer itu. Tetapi yang non-traditional security threat itu banyak.
35. Kita pegang pula tujuan dan sasaran pembangunan yang harus kita
capai yang handak kita capai dan mari kita pahami kebihajan dan
strategi yang telah kita tetapkan to achieve our national goal yang
saya sampaikan tadi.
36. Kita ingin menjadi emerging nation.
37. Kita punya RPJPN yaitu time horizonnya 2025.
38. KiIta ingin menjadi emerging nation dengan tingkat kemajuan
level of development dan kesejahteraan the prosperity yang jauh lebih
