Dukungan tersebut muncul setelah 119 negara mendukung resolusi yang memungkinkan Palestina mengibarkan bendera di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada sidang Majelis Umum. Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menjadi sekutu utamanya menentang resolusi itu.
Sebagian besar negara di Eropa abstain dalam pemungutan suara resolusi itu. Namun, Perancis dan beberapa negara Eropa lain justru mendukung resolusi tersebut. Dan, sesuai resolusi tersebut, bendera Palestina akan berkibar pada 30 September 2015.
Duta Besar Israel di PBB Ron Prosor mengkritik dukungan pengibaran bendera Palestina itu. Bahkan, Duta Besar AS di PBB Samantha Power mengatakan, mengibarkan bendera Palestina di PBB tidak akan membawa Israel dan Palestina makin dekat dengan perdamaian.
Duta Besar Palestina di PBB Riyad Mansour mengatakan, berkibarnya bendera negaranya di markas PBB dapat menjadi penguat dan simbol bagi kematangan perjuangan rakyatnya di arena internasional.
Azzam Tamimi, ilmuwan Palestina yang kini tinggal di Inggris, mengatakan, PBB harus mengakui perjuangan rakyat Palestina yang tanahnya dirampas oleh negara lain. Pengakuan PBB penting bagi kelanjutan perjuangan rakyat Palestina di dunia.
Pengakuan terhadap perjuangan rakyat Palestina oleh masyarakat internasional mulai terdengar kencang sejak akhir 2014. Saat itu, parlemen Perancis mendukung perjuangan rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan. Dukungan itu sempat membuat marah Israel. AS menyambut dingin dukungan parlemen Perancis itu.
Setelah Perancis, pada Mei 2015 ini beberapa negara di dunia bersikap tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka. Bahkan, Paus Fransiskus secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina.
Dari benua Amerika muncul Venezuela yang ikut mengakui kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara. Sebelum itu, Bolivia dan Cile mendukung kemerdekaan Palestina.
Pengibaran bendera Palestina di markas PBB semakin menguatkan bahwa cara-cara damai warga Palestina dalam memperoleh kedaulatan mulai membuahkan hasil. Sebagian besar anggota PBB bahkan mendukung Palestina, seperti tecermin dalam voting atas resolusi tersebut.
Langsung atau tidak, pengibaran bendera Palestina di markas PBB akan mempermudah diplomasi Indonesia yang sudah jauh lebih awal mengakui kedaulatan negara tersebut. Indonesia tidak perlu ragu untuk mendukung setiap langkah diplomasi yang dibuat Palestina.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 September 2015, di halaman 6 dengan judul "Kemenangan Diplomasi Palestina".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar