Pemerintah China dibuat terkejut ketika puluhan orang tiba-tiba menyerang kantor polisi di Serikbuya dekat kota Kashgar, yang terkenal sebagai bagian lintasan perdagangan Jalur Sutra. Insiden itu dilaporkan menewaskan sembilan penyerang dan dua anggota polisi.
Tidak begitu jelas bagaimana peristiwa berdarah itu berlangsung. Versi pemerintah menyatakan, petugas polisi melepaskan tembakan karena diserang kaum teroris. Sebaliknya, menurut kalangan suku Uighur, petugas polisi menembak secara membabi buta kaum demonstran.
Tidak diketahui versi mana yang benar, tetapi yang pasti, kantor polisi yang diserang merupakan kantor yang juga diserang pada April lalu. Dalam insiden tujuh bulan lalu itu, penyerang menewaskan dan membakar 15 petugas keamanan, sementara enam penyerang tewas tertembak.
Rangkaian kerusuhan dan aksi kekerasan pecah di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir sebagai komplikasi atas pergolakan suku Uighur yang merasa dipinggirkan dalam pembangunan China. Kerusuhan besar antara lain terjadi tahun 2009 ketika sekitar 200 orang tewas. Peristiwa berdarah itu membawa pergolakan suku Uighur ke dalam sorotan tajam Pemerintah China dan menjadi keprihatinan mendalam masyarakat internasional.
Pemerintah China berusaha meredam pergolakan suku Uighur tidak hanya dengan pendekatan keamanan, tetapi juga dengan pendekatan kesejahteraan. Proses pembangunan sejumlah infrastruktur dipercepat di kawasan barat, termasuk Xinjiang, yang memang ketinggalan dibandingkan dengan kawasan timur.
Namun, kombinasi pendekatan kesejahteraan dan keamanan itu belum mampu meredam pergolakan kelompok minoritas Uighur. Sampai sekarang masyarakat Uighur yang terdiri dari 20 juta atau sekitar 50 persen penduduk Xinjiang tetap marah karena merasa diperlakukan diskriminatif secara ekonomi, politik, kebudayaan, dan agama oleh suku Han sebagai suku terbesar di China.
Ekspresi kemarahan terus diperlihatkan dengan aksi kekerasan dan penyerangan, bahkan sampai ke jantung Beijing, ibu kota negara. Pada 28 Oktober lalu, misalnya, tiga penyerang dengan mengendarai sebuah mobil menabrak massa di depan gerbang Lapangan Tiananmen dalam serangan bunuh diri. Ketiga penyerang dan dua turis tewas, sementara puluhan orang cedera.
Insiden berdarah itu menimbulkan kekhawatiran luas lebih-lebih karena aktivis Uighur sudah menggunakan metode serangan bunuh diri gaya teroris. Sudah muncul ketakutan tentang kemungkinan ekstremis Uighur berhubungan dengan jaringan teroris Al Qaeda. Pergolakan suku Uighur pun semakin menjadi isu serius bagi China.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003239839
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar