Cari Blog Ini

Bidvertiser

Jumat, 30 Mei 2014

TAJUK RENCANA: Rakyat Mesir Memilih Tokoh Militer (Kompas)

KEMENANGAN Abdul Fatah El-Sisi, mantan pemimpin militer Mesir, dalam pemilu presiden beberapa hari lalu, tidaklah mengejutkan.
Menurut perhitungan sementara, mantan orang kuat di jajaran militer Mesir itu memenangi lebih kurang 93 persen dari 23,9 juta suara. Sebanyak 25 juta lebih dari 54 juta pemilih yang terdaftar telah menggunakan haknya dalam pemilu presiden kedua setelah Revolusi 2011.

Dengan demikian, jumlah pemilih yang menggunakan haknya tidak mencapai 50 persen, tetapi hanya 46 persen. Jumlah pemilih yang menjatuhkan pilihan kepada Sisi ini lebih banyak ketimbang yang menjatuhkan pilihan kepada Muhammad Mursi dalam Pemilu 2012. Ketika itu, Mursi mendapat dukungan 13 juta suara. Ini artinya, posisi Sisi lebih kuat dari sisi dukungan rakyat, dibandingkan Mursi.

Walaupun kemenangan Sisi itu sudah dapat ditebak sebelumnya, dengan menyingkirkan pesaingnya, Hamdin Sabahi, yang hanya mengantongi sekitar 3 persen suara atau 756.000 suara, toh tetap menggoda orang untuk tahu: mengapa rakyat Mesir yang sudah memiliki pengalaman diperintah oleh seorang presiden berlatar belakang militer tetap menjatuhkan pilihan kepada Sisi yang purnawirawan jenderal dan menyingkirkan Mursi lewat gerakan militer yang menelan korban jiwa begitu banyak?

Melihat situasi dan keadaan Mesir setelah tumbangnya Mursi yang dari hari ke hari semakin tidak aman, maka alasan perlunya pemulihan keamanan dan stabilitas menjadi pilihan utama rakyat Mesir. Latar belakang Sisi yang militer dan intelijen sangat dibutuhkan untuk merestorasi keamanan dan stabilitas Mesir. Rakyat Mesir tidak menginginkan Mesir tergelincir seperti Irak dan Afganistan yang dijerat konflik tiada henti. Hamdin Sabahi tak mungkin mewujudkan harapan rakyat itu.

Sisi juga dinilai sebagai tokoh politik yang memiliki program realistis, tidak sekadar omong kosong, dalam setiap kampanyenya. Mereka ingat, Mursi gagal mewujudkan janji kampanyenya dalam 100 hari pertama masa kepresidenannya, sekurang-kurangnya memulihkan stabilitas politik dan keamanan, juga ekonomi. Dibandingkan dengan Sabahi, program Sisi juga dinilai lebih realistis. Sabahi, misalnya, berjanji akan memberikan 1.400 dollar AS kepada setiap orang muda Mesir jika ia menang. Dari mana uang tersebut akan diperoleh Sabahi meski dia kaya?

Satu hal lagi yang menjadi faktor kemenangan Sisi adalah dukungan kaum Muslim moderat yang menginginkan Mesir benar-benar aman dan damai. Namun, pada akhirnya, semua akan menunggu apakah Sisi benar- benar mampu mewujudkan cita-cita Revolusi 2011—menjadikan Mesir sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia serta bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, tidak seperti rezim sebelumnya.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000006909665
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger