Cari Blog Ini

Sabtu, 12 September 2015

Mampu Berbahasa Indonesia//Tanggapan Transaksi ”Online”//Layanan Purnajual//Usulan untuk Stasiun Duri (Surat Pembaca Kompas)

Mampu Berbahasa Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo secara resmi mencabut aturan mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia bagi pekerja asing yang akan bekerja di Indonesia.

Ini sungguh kebijakan yang mengejutkan. Dengan alasan ingin menggenjot investasi dari luar, Bapak Presiden mencoret aturan yang sudah termaktub dalam Pasal 26 Ayat (1) Permenakertrans 12/2013 (d), dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Investasi macam apa yang diharapkan pemerintah? Bukankah investasi justru untuk membuka lapangan kerja agar rakyat bisa menjadi pekerjanya?

Namun, penghapusan aturan mampu berbahasa Indonesia dan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini akan membuat tenaga kerja asing berbondong-bondong datang ke Indonesia. Menghapus syarat kemampuan berbahasa Indonesia berarti membiarkan pekerja asing merebut peluang kerja di Indonesia. Ini sama saja dengan membunuh rakyat sendiri.

Kalau pekerjaan menengah ke bawah pun dikerjakan oleh tenaga kerja asing, bagaimana dengan rakyat? Seperti mati di lumbung padi. Belum lagi tidak adanya perlindungan kesempatan kerja dan pengarahan kerja untuk masyarakat lokal. Lulusan sarjana saja banyak yang menganggur, bagaimana dengan yang lainnya?

Mohon pemerintah jangan hanya melihat sisi investasi, tetapi juga risiko yang akan terjadi ke depan.

MASYITHOH, KRD KETAWANGGEDHE, MALANG


Tanggapan Transaksi "Online"

Menanggapi surat Bapak Santoso Parwana Lim di Kompas (26/8) tentang "Transaksi Online Uang Raib", kami telah mencoba menghubungi Bapak Santoso untuk membantu melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib, tetapi sampai saat ini belum terhubung.

Untuk kenyamanan bertransaksi bagi penjual dan pembeli, kami menyarankan untuk bertransaksi saat bertemu langsung (cash on delivery/COD).

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi layanan pelanggan kami di olx.co.id/contact.

HERMANTO, PR & MARKETING COMMUNICATION OLX INDONESIA


Layanan Purnajual

Akhir Maret 2015, iPhone 5 saya tidak bisa digunakan (mati nyala, mati nyala). Saya menghubungi bagian garansi dan disarankan langsung ke QCD Id di Mangga Dua.

Dua hari kemudian, saya mendapat informasi, iPhone saya akan diganti oleh Apple. Namun, sampai dua minggu—ketika saya tanyakan—ternyata QCD belum mengirimkan surel ke Apple untuk permintaan penggantian iPhone 5 saya.

Saya selalu menghubungi QCD lebih kurang dua minggu sekali. Namun, sampai bulan keempat saya menunggu (akhir Juli), layanan pelanggan QCD menginformasikan bahwa atasannya memberikan iPhone yang seharusnya untuk saya kepada pelanggan lain yang marah.

Saat di-cross-check, Manajer QCD beralasan, itu karena Apple mengirim penggantian iPhone tidak urut, suka-suka Apple.

Saya merasa dirugikan dengan layanan purnajual yang waktunya lama dan kurang bertanggung jawab. Mengingat harganya relatif mahal, tentu saya berharap kualitas juga baik, termasuk layanan purnajualnya.

Saya sudah mengirim surel ke Apple Support di UK dan Indonesia. Tanggapan segera datang dari Apple Support di UK yang menyarankan saya menghubungi Apple Support Indonesia. Namun, sampai saat ini saya belum menerima balasan.

WATI CHANDRA, KARANG ANYAR JALAN G, SAWAH BESAR, JAKARTA PUSAT


Usulan untuk Stasiun Duri

Kami adalah penumpang tetap kereta rel listrik (KRL) commuterline, yang sering transit di Stasiun Duri untuk berganti kereta ke stasiun tujuan. Pada jam sibuk pagi dan sore hari, stasiun ini dipadati penumpang yang hendak transit ke stasiun tujuan Bogor, Depok, Tangerang, Jatinegara, Tanah Abang, Manggarai, dan seterusnya.

Masalahnya. penumpang yang baru turun dari KRL saat hendak pindah jalur atau peron harus menyeberangi rel kereta yang masih aktif dan jalurnya padat. Hal ini sangat membahayakan keselamatan penumpang. Mereka sering tidak bisa lewat karena terhadang oleh KRL rute lain yang sedang berhenti.

Kami berharap ke depan PT Kereta Api Indonesia dapat segera merenovasi Stasiun Duri demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.

KARWAN NGADI, JALAN WIBISANA RAYA, PERSADA SAYANG, RAWABUAYA, CENGKARENG

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 September 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger