Kemacetan sudah biasa di Jalan Metro Pondok Indah dari arah selatan—dengan kemacetan berlanjut sampai bundaran Jalan Metro Pondok Indah—dan dari Jalan Iskandar Muda.
Pada hari-hari kerja, pagi sampai malam, kemacetan parah selalu terjadi di kedua arah jalan ini. Jalan tersumbat oleh kendaraan-kendaraan yang akan berbelok atau berputar di antara gedung Mal Pondok Indah II dan Street Gallery. Di sebelah utara, kemacetan bahkan sudah mulai di depan Mal Gandaria City yang berjarak 1 kilometer dari putaran tersebut.
Saya mengusulkan rekayasa lalu lintas sederhana untuk memperlancar jalan dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan perombakan infrastruktur fisik. Caranya, dengan menutup atau meniadakan fasilitas pemutaran jalan.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa fasilitas pemutaran dapat ditiadakan. Kendaraan dari arah selatan yang ingin berputar dapat menggunakan pemutaran jalan di persimpangan berlampu lalu lintas di sebelah utara, sementara kendaraan yang datang dari arah utara bisa memanfaatkan putaran di bundaran pohon beringin yang juga berlampu lalu lintas. Letak kedua lampu lalu lintas itu tidak jauh dari Mal Pondok Indah.
Adanya fasilitas pemutaran jalan yang diatur lampu lalu lintas seharusnya membuat arus lalu lintas lebih lancar. Dengan demikian, kemacetan itu bisa jauh berkurang.
BONAVENTURA SUTADI, BONA INDAH, LEBAK BULUS, JAKARTA SELATAN
Tanggapan Aetra
Kami menerima dengan baik keluhan yang disampaikan pelanggan kami, Bapak Djanto, dengan judul "Aliran Air Tidak Lancar" (Kompas, 30/10).
Sejak 30 Oktober 2015, tim teknis Aetra sudah berupaya mengoptimalkan aliran air di area Jalan Percetakan Negara. Hasilnya, di wilayah Galur dan sekitarnya—termasuk rumah Bapak Djanto—aliran air sudah meningkat suplai dan kontinuitasnya.
Pada 3 November, Aetra telah menghitung kebutuhan air bersih wilayah di atas. Hasilnya, kami akan menguatkan jaringan perpipaan dan menambah tekanan air sesuai kebutuhan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
RIKA ANJULIKA, CORPORATE COMMUNICATION MANAGER PT AETRA AIR JAKARTA
Tetangga Berisik pada Malam Hari
Saya tinggal bertetangga dengan apartemen No 20 EBB, Lantai 20, Menara (Tower) C, Season City, Jembatan Besi, Jakarta Barat. Apartemen tersebut sedang disewa PT Indosat selama enam bulan sejak akhir September 2015.
Ruang tinggal itu disewa untuk dihuni para petugas pemasaran GIG by Indosat yang sedang memasarkan produk jasa telekomunikasi tersebut di lingkungan Season City.
Selama menempati apartemen, mereka selalu gaduh pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga sekitar pukul 04.00.
Beberapa tetangga sudah menegur langsung para karyawan tersebut, tetapi tidak digubris. Bersama para tetangga, saya juga sudah melaporkan hal itu kepada satuan pengamanan setempat dan ke kantor pengelola Season City, tetapi tidak ada hasilnya.
Sampai 20 Oktober malam, kegaduhan masih terjadi. Para karyawan itu bahkan merokok di dalam apartemen yang pintunya dibuka sehingga asap rokok masuk ke dalam ruangan apartemen lain yang bertetangga.
Sebagai perusahaan besar, saya berharap manajemen PT Indosat Tbk segera memindahkan mereka ke tempat lain.
SHERLY, SEASON CITY, JEMBATAN BESI, JAKARTA BARAT
Tanggapan IPDN
Harian Kompas, 2 November 2015, memuat surat pembaca berjudul "Seleksi Masuk IPDN". Menanggapi surat Bapak Johan Arifin di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tersebut, perkenankan kami menjelaskan beberapa hal berikut.
Dalam pedoman seleksi penerimaan calon praja (SPCP) IPDN telah dijelaskan persyaratan pendaftaran secara daring (online) melalui laman resmi seleksi penerimaan calon praja IPDN, yakni mengunggah hasil pindai (scan) KTP (bagi peserta di atas 17 tahun), kartu keluarga (bagi yang belum memiliki KTP), ijazah/STTB (format pdf maksimum 1 MB), pasfoto menghadap ke depan dan tidak memakai kacamata ukuran 4 cm x 6 cm dengan latar belakang warna merah (maksimum 500 KB format jpg), serta mengisi biodata calon peserta seleksi.
Sesuai pedoman, jelas bahwa bagi yang belum memiliki KTP dapat mengunggah kartu keluarga yang asli. Artinya, ada pilihan dan kemudahan bagi yang belum memiliki KTP asli.
BISRI, SSOS, MSI, KEPALA BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL IPDN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar