Cari Blog Ini

Bidvertiser

Selasa, 11 Maret 2014

TAJUK RENCANA Jong Un Menang di Wilayahnya (Kompas)

RAKYAT Korea Utara, Minggu (9/3), memberikan suaranya dalam pemilihan umum pertama di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.
Pemilu terakhir diselenggarakan pada Maret 2009 ketika ayahnya, Kim Jong Il, berkuasa untuk memilih 687 anggota Majelis Agung Rakyat (SPA) dari 687 daerah pemilihan. Hingga Minggu pukul 14.00, partisipasi peserta pemilu mencapai 91 persen. Pencapaian itu tidak mengherankan karena Korut mewajibkan rakyatnya untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Korut menyelenggarakan pemilu setiap lima tahun untuk memilih anggota SPA. Pemilu Korut dinilai tidak lebih dari formalitas belaka, mengingat pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara hanya diberikan pilihan "Ya" atau "Tidak" untuk calon tunggal dari daerah pemilihan yang tertera di surat suara.

SPA merupakan badan yang paling kuat di bawah konstitusi Korea Utara, tetapi kenyataannya SPA tidak memiliki kekuatan politik. Itu sebabnya media dan pengamat luar negeri, termasuk Korea Selatan, menyebut SPA hanya sebagai tukang stempel pemerintah.

Belum ada tanda-tanda peran SPA sebagai tukang stempel pemerintah akan berubah di bawah pemimpin muda Korut. Banyak harapan ditumpahkan kepada Jong Un yang mengenyam pendidikan di negara Barat, tepatnya di Swiss. Namun, pada masa pemerintahannya yang telah memasuki tahun ketiga, belum ada tanda-tanda Korut berubah. Jong Un tetap memerintah secara totaliter.

Dalam pemilu ini, Kim Jong Un menjadi calon anggota SPA yang diajukan oleh daerah pemilihan nomor 111, daerah pemilihan di wilayah Gunung Paekdu, yang juga merupakan tempat kelahiran ayahnya, Jong Il.

Dan, seperti yang diduga semula, Jong Un menang mutlak di daerah pemilihannya. Bagaimana tidak, pemerintah menggunakan puisi yang berisi dorongan kepada pemilih untuk berpartisipasi dalam pemilu dan puji-pujian setinggi langit terhadap Kim Jong Un. Bahkan, di tayangan televisi, terlihat di salah satu tempat pemungutan suara di daerah pemilihannya, selain diputarkan lagu-lagu pujian, di dinding di belakang kotak suara juga terdapat foto kakek dan ayah Jong Un, yakni Kim Il Sung dan Kim Jong Il, yang sangat dihormati di Korut.

Belum diketahui hasil dari daerah pemilihan lain, tetapi diperkirakan semua "orang Jong Un" akan keluar sebagai pemenang.

Pemilu Korut lebih dilihat sebagai "alat" untuk mengukur kesetiaan rakyat Korut terhadap pemimpin mereka. Hal itu mengingat sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Korut, Desember 2011, ini adalah untuk pertama kali Jong Un menguji kesetiaan rakyat Korut kepadanya. Kantor berita resmi Korut, KCNA, menyebutkan, kemenangan Kim Jong Un itu merupakan cerminan dari kesetiaan seluruh rakyat Korut kepada dirinya.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000005373376
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger