Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 06 Juni 2015

PSSI dan FIFA (Surat Pembaca)

Sejak dulu PSSI menolak keras intervensi pemerintah dengan alasan bahwa statuta FIFA tak mengizinkan itu. Mengapa pemerintah tak dapat campur tangan, sementara PSSI menggunakan anggaran pemerintah yang konon tak pernah dipertanggungjawabkan? Mereka juga memakai kantor dari fasilitas pemerintah.

Mungkin sekarang orang terperenyak dan kaget, PSSI dibekukan Menpora, tak ada sanksi dari FIFA. Pengurus FIFA juga manusia. Kini, semua harus belajar. Pejabat FIFA saja bisa ditangkap polisi karena menerima suap dan korupsi.

Saya tak sependapat, acap kali terjadi masalah di PSSI, lantas lembaganya dibekukan. Yang benar tentu saja masalahnya diselesaikan. Belajarlah kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan melaporkan yang diduga korupsi kepada aparat penegak hukum, bukan membekukan lembaganya.

Dengan membekukan lembaga, banyak pemain, pelatih, dan suporter yang dirugikan. Kesannya pemerintah juga enggan berdialog menyelesaikan masalah. Saya tak yakin PSSI bentukan baru dapat berbuat lebih baik daripada pengurus sebelumnya.

Liga harus jalan. Klub-klub sepak bola sudah mengeluarkan miliaran rupiah untuk melatih dan merekrut pemain, sementara kompetisi dibatalkan.

PAULUS MUJIRAN, JALAN BOROBUDUR UTARA III/4, MANYARAN, SEMARANG

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Juni 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat kepada Redaksi ".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger