Kemuliaan Oposisi
Pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2019 akhirnya tuntas setelah Mahkamah Konstitusi menolak semua gugatan pasangan calon nomor urut 02, 27 Juni 2019. Sesuai dengan peraturan, KPU menetapkan pasangan calon nomor urut 01 sebagai presiden-wakil presiden terpilih, Minggu, 30 Juni 2019.
Pesta demokrasi pemilihan presiden-wakil presiden akan mencapai klimaksnya pada 20 Oktober 2019, saat MPR melantik presiden-wakil presiden terpilih. Bersyukur, Presiden Jokowi sudah bertemu dengan Prabowo Subianto, Sabtu (13/7/2019). Pertemuan diharapkan meluruhkan ketegangan politik pasca-pilpres, meski masyarakat ingin tahu kelanjutannya: apakah pendukung Prabowo-Sandi akan menjadi oposisi atau koalisi.
Koalisi-oposisi sebenarnya tak perlu dibenturkan, apalagi dipertentangkan, jika titik tolaknya adalah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Elite politik yang sungguh negarawan tak akan pernah berpikir untung-rugi, pada saat kemenangan atau kekalahan berpihak kepadanya. Terminologi koalisi-oposisi-penyeimbang merupakan stempel politik yang muncul dari sebuah proses kontestasi.
Karena itu, kemuliaan oposisi adalah ketika pihak yang belum beruntung—bukan pihak yang kalah—menjadi kekuatan politik yang konstruktif, bukan destruktif, dalam mengawal perjalanan bangsa ini. Ada nilai-nilai kemaslahatan dan kebajikan yang diharapkan.
Pola pikir sesat memunculkan dikotomi koalisi-oposisi, berseberangan. Padahal, keduanya bisa menjadi mitra politik yang efektif apabila setara, baik pada tataran penyelenggaraan negara maupun pengawasannya.
Kemuliaan adalah keniscayaan apabila segala sesuatunya dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan, melainkan demi bangsa dan negara.
Budi Sartono Soetiardjo
Graha Bukit Raya, Cilame,
Kabupaten Bandung Barat
Sampah di Tangerang
Saya sering melewati Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Tangerang. Ini jalan lintas provinsi yang menghubungkan Tangerang dengan Jakarta.
Kritik untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang mengenai tempat pembuangan sampah di trotoar jalan. Tumpukan sampah menggunung, sangat mengganggu dan bau.
Sebenarnya ada pengangkutan sampah setiap pagi, tetapi hal itu tidak efektif karena masyarakat sekitar
juga ikut membuang sampah di tempat itu. Mohon Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang bertindak agar tempat pembuangan sampah di Jalan HOS Cokroaminoto menjadi indah dan rapi.
Joko Susilo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar