
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melihat ayam selama kunjungannya untuk menggalang dukungan bagi rencana kebijakan pertaniannya pasca-Brexit di Shervington Farm di St Brides Wentlooge dekat Newport, Wales selatan, Selasa (30/7/2019).
Pertemuan Penasihat Keamanan AS John Bolton dan PM Inggris Boris Johnson mengonfirmasi dukungan Washington terhadap Brexit tanpa kesepakatan.
Bolton yang bertemu Johnson di London membawa pesan dari Presiden AS Donald Trump, bahwa Washington ingin secepatnya melakukan kesepakatan dagang dengan Inggris setelah negara itu keluar dari Uni Eropa (UE) pada 31 Oktober.
Pesan itu merupakan strategi Trump yang hubungannya sedang memburuk dengan UE. Trump juga menyesalkan langkah perdana menteri sebelumnya, Theresa May, yang dinilai lembek terhadap Brussels dalam negosiasi Brexit.
Johnson berbeda dengan May. Sejak menjadi PM, ia terus menggertak Brussels. Jika UE tak mau mengubah Kesepakatan Brexit yang ditandatangani pada November 2018, Inggris akan mengambil opsi tanpa kesepakatan.
Johnson menilai, putus hubungan total dengan UE akan membuat Inggris bebas melakukan kerja sama perdagangan dengan negara mana pun, khususnya dengan negara adidaya seperti AS. Padahal, para ahli ekonomi dan keuangan Inggris telah memperingatkan bahwa Brexit tanpa kesepakatan akan menggiring Inggris menuju krisis ekonomi.
Salah satu sektor yang "menjerit" jika terjadi Brexit tanpa kesepakatan adalah industri makanan segar dan industri farmasi. Setiap bulan, Inggris mengapalkan sekitar 45 juta paket obat ke Uni Eropa dengan nilai perdagangan sekitar 12 miliar pound sterling pada 2016.
Bisa dibayangkan, arus pasokan ini akan terdisrupsi ketika terjadi Brexit tanpa kesepakatan karena harus melewati pengecekan berlapis di setiap perbatasan dan pelabuhan. Keterlambatan yang bertumpuk akan berujung pada kelangkaan penyediaan obat, baik di Inggris maupun di Eropa.
Namun, PM Johnson yang dijuluki sebagai "Trump-nya Inggris" karena memiliki karakter yang mirip, yaitu impulsif, berbicara tanpa data, bertindak dulu, risiko baru dipikirkan kemudian, menganggap kekhawatiran itu berlebihan. Ia selalu menekankan, Inggris akan mengalami disrupsi hanya di tahap awal dan setelah itu akan berjalan mulus.
Tentu saja jangan berpikir bahwa dukungan AS itu merupakan kemurahan hati Trump. AS yang sedang mengalami krisis dengan Iran dan China membutuhkan sekutu.
AS berharap Inggris yang merupakan penanda tangan Kesepakatan Nuklir Iran 2015, di mana AS secara unilateral menarik diri tahun lalu, bersedia menggalang kekuatan untuk menekan kehadiran Iran di kawasan. AS juga mendesak Inggris untuk membatalkan rencana kerja sama pembangunan 5G dengan perusahaan Huawei dari China.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar