Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 09 Oktober 2013

Ada Hal Menggembirakan soal Suriah (Tajuk Rencana Kompas)

MENLU AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan, AS dan Rusia puas terhadap pemusnahan senjata kimia di Suriah.
Pernyataan itu dikemukakan Kerry seusai bertemu dengan Lavrov di sela-sela KTT APEC di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10). "Kami senang dengan perkembangan yang terjadi dalam isu pemusnahan senjata kimia," ujar Kerry.

Kerry mengacu kepada tim inspeksi perlucutan senjata internasional, yang sehari sebelumnya mulai memusnahkan cadangan senjata kimia Suriah, yang diperkirakan berjumlah 1.000 ton. Tanggal 1 November mendatang ditetapkan PBB sebagai tenggat terakhir.

Bukan itu saja, Kerry pun memuji pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad karena telah memusnahkan senjata kimia dengan cepat seperti seharusnya. Pemusnahan senjata kimia itu dilakukan personel Suriah, yang diawasi tim ahli dari PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Perkembangan tersebut menggembirakan. Itu karena jika Suriah mematuhi tenggat pemusnahan senjata kimia itu, kemungkinan AS akan melancarkan serangan militer terhadap Suriah bisa dihilangkan. Pilihan yang diambil Assad itu tepat.

Dengan tidak jadinya AS melancarkan serangan terhadap Suriah, penderitaan dan kesengsaraan yang diakibatkan pertempuran antara pasukan pemerintah dan pasukan oposisi akan berakhir. Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pasukan oposisi yang berlangsung sejak 15 Maret 2011 tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 100.000 orang. Selain itu, ada ratusan ribu orang yang mengalami luka-luka serta jutaan orang yang harus meninggalkan rumah dan mengungsi.

Namun, perlu diingat, perkembangan di Suriah belum berakhir. Setelah pemusnahan senjata kimia selesai, Suriah dituntut membentuk pemerintahan transisi yang mewakili sejumlah pihak di negara itu untuk dapat memperbarui keadaan. Ini mungkin hal terberat bagi Presiden Assad. Apalagi ada suara-suara untuk tidak mengajak serta Assad dalam pertemuan mempersiapkan pemerintahan transisi untuk Suriah. Kita berharap Assad diajak dalam pertemuan tersebut. Sulit membayangkan upaya membentuk pemerintahan transisi tanpa mengajak serta Assad. Dan, jika diajak, kita berharap Assad mau berpartisipasi dalam proses itu.

Kerry dan Lavrov mengungkapkan, mereka terus mempersiapkan konferensi internasional untuk membantu membentuk pemerintahan transisi untuk Suriah. PBB menyatakan bersedia menjadi tuan rumah dalam pertemuan di Geneva, Swiss, pertengahan November 2014. Pertemuan tersebut sudah berulang kali ditunda, tetapi Kerry dan Lavrov yakin sudah dapat menentukan ancar-ancar tanggal pertemuan.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000002550695
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger