Gagal bayar AS dipastikan bakal terjadi jika hingga 17 Oktober waktu setempat kesepakatan di Senat AS untuk menaikkan pagu utang gagal dicapai. Namun, sejauh ini, sebagian ekonom masih optimistis gagal bayar bisa dihindari. Seperti dalam kasus deadlock anggaran Agustus 2011, mereka berharap dicapai kesepakatan pada menit terakhir. Selama dua minggu deadlock, tak ada tanda-tanda kedua kubu mau saling mengalah terkait isu jaminan kesehatan (Obamacare) yang jadi ganjalan persetujuan Republiken.
Kecemasan mulai melanda para kreditor terbesar AS, khususnya China dan Jepang. Melalui para pejabat tinggi kementerian keuangannya, mereka mendesak AS segera mencapai jalan keluar dan mengingatkan dampak gagal bayar AS pada perekonomian global. Kekhawatiran kedua negara bisa dipahami mengingat dana triliunan dollar AS milik mereka yang mereka tempatkan dalam bentuk surat utang Pemerintah AS (Treasury-bond) dipertaruhkan.
Krisis di AS membuat mata uang dan bursa global dalam tekanan. Investor mulai memburu aset non-dollar AS yang dianggap lebih aman. Fitch juga menurunkan peringkat utang AS. Kendati utang federal 16,7 triliun dollar AS dan terus membengkak, AS tak pernah gagal bayar karena posisi dollar sebagai mata uang cadangan devisa dunia dan AS dianggap too big to fail. Status mata uang cadangan devisa membuat dollar dianggap paling aman ketimbang aset lain, bahkan dalam kondisi ekonomi AS bermasalah.
Skenario terburuk yang dibuat ekonom jika AS gagal bayar: depresi ekonomi terulang, seperti pada 1930, dunia bisa kembali jatuh dalam resesi lebih buruk dari 2008, dollar anjlok hingga 20 persen karena investor lari ke aset lain yang lebih aman, bursa saham dunia crash, risiko global meningkat, sistem keuangan AS lumpuh, bank-bank AS kolaps akibat pinjaman antarbank melonjak, dan negara berkembang terpukul. Goldman Sachs memperkirakan kontraksi ekonomi AS hingga 4,2 persen.
Presiden Bank Dunia mengingatkan, gagal bayar AS akan berdampak dahsyat, baik pada ekonomi negara maju maupun berkembang. Sementara Direktur Pelaksana IMF mengingatkan risiko guncangan besar pada perekonomian dunia. Sebaliknya sejumlah ekonom justru lebih optimistis. Menurut mereka, kalaupun gagal bayar, hanya temporer.
Semakin cepat gagal bayar diatasi, semakin bisa ditekan dampak ke ekonomi global. Gagal bayar AS hanya akan jadi ancaman serius bagi perekonomian global jika berkepanjangan. Besar kemungkinan ini bisa dihindari jika gagal bayar hanya parsial dan AS tetap bayar sebagian utang.
Dengan skala utang masif dan tradisi besar pasak daripada tiang yang tak pernah surut, hanya soal waktu krisis anggaran AS bakal terjadi. Karena itu, respons paling bijaksana yang harus kita ambil, memperkuat benteng pertahanan terhadap setiap gejolak yang mungkin terjadi.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000002690530
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar