Cari Blog Ini

Bidvertiser

Selasa, 22 Oktober 2013

UMNO Menatap Zaman (Tajuk Rencana Kompas)

PERTARUNGAN dalam partai politik selalu menarik, apalagi kalau melibatkan banyak atau beberapa faksi di dalam partai. Itulah yang terjadi di mana pun.
Kemenangan kubu pendukung Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam pemilihan internal partai, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), disusul kemunculan kekhawatiran agenda reformasi. Tentu, yang mengkhawatirkan agenda reformasi, partai yang pada ujungnya akan berdampak pada reformasi pemerintahan dan negara, adalah kubu yang tidak mendukung Najib. Hal itu lumrah dan wajar.

Pemilihan internal UMNO memang tidak menggeser Najib. Ia tetap sebagai Presiden UMNO dan, karena itu, Perdana Menteri Malaysia. Itu karena tidak ada tokoh lain, untuk saat ini, yang mampu menandingi Najib.

Mengikuti dinamika UMNO, teringat akan pernyataan mantan PM Mahathir Mohamad, dua tahun lalu, 20 November 2011. Pada waktu itu, mantan orang kuat Malaysia tersebut mengatakan, UMNO tidak mengalami kemajuan efektif sejak Pemilu 2008 dan tak mampu memperoleh dukungan dari orang Malaysia. UMNO menjadi tua dan seperti orang tua, cepat atau lambat UMNO akan mati atau hilang dari dunia. Karena itu, pendek kata untuk mencegah semua itu, UMNO harus berubah, harus dikawal orang-orang muda. Orang-orang muda inilah yang akan menjadi pilar dan fondasi UMNO.

Sangat menarik pernyataan Mahathir itu. UMNO didirikan pada tahun 1946. Jadi, kalau dihitung, saat ini sudah berumur 67 tahun. Ketika UMNO didirikan pada waktu itu, anggotanya adalah, terutama, orang-orang muda yang energik dengan semangat nasionalisme yang menggetarkan karena memang tuntutan zaman saat itu demikian.

Sekarang zaman sudah berubah, demikian pula tantangannya. UMNO tidak lagi menjadi partai, meski masih kuat, yang memonopoli suara dan keinginan rakyat atau menjadi saluran kehendak rakyat. Rakyat Malaysia, yang beragam secara etnis dan agama, sekarang lebih memiliki kehendak bebas untuk menentukan masa depan mereka.

Kenyataan seperti itu harus benar-benar disadari UMNO. Itu berarti UMNO sebagai partai politik pada zaman modern ini harus mampu menangkap arah zaman tersebut, termasuk di dalamnya berani melakukan reformasi dan pembersihan diri serta juga menjadi partai politik yang benar-benar terbuka bagi seluruh rakyat Malaysia, tidak terus menjadi partai yang berbasiskan etnis.

Tentu, apa yang dikhawatirkan kubu di luar kubu Najib akan nasib reformasi perlu mendapat tanggapan dalam aksi. Beranikah UMNO melangkah lebih maju menjadi partai politik yang benar-benar menampung dan mewakili kepentingan seluruh rakyat yang sangat beragam itu? Itulah pertanyaannya. Karena suka-tidak suka, masalah etnis dan agama tetap menjadi soal besar bagi Malaysia.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000002756555
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger