Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 12 Maret 2014

TAJUK RENCANA Musibah Menyatukan Semua (Kompas)

HINGGA  Selasa (11/3), pesawat Malaysia Airlines System MH370 dengan rute Kuala Lumpur-Beijing masih belum diketahui keberadaannya.
Pesawat Boeing 777-200ER yang membawa 227 penumpang dan 12 kru yang baru dua jam meninggalkan Kuala Lumpur lenyap dari pantauan radar, Minggu pukul 02.41, saat melintas di atas Laut China Selatan, tepatnya di pesisir timur Malaysia dan Vietnam.

Pencarian pesawat tersebut telah memasuki hari ketiga. Berbagai spekulasi muncul karena hingga kemarin sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada ditemukannya pesawat Boeing 777-200ER itu.

Laut China Selatan membentang di selatan China dan Taiwan, di barat Filipina, di barat laut Sabah dan Sarawak (Malaysia) serta Brunei, di utara Indonesia, di timur laut Semenanjung Malaysia dan Singapura, serta di timur Vietnam. Berita tentang Laut China Selatan ini kerap muncul di media massa, mengingat di Laut China Selatan terjadi tumpang tindih klaim wilayah antara China, Taiwan, dan empat negara anggota ASEAN, yakni Brunei, Filipina, Malaysia, dan Vietnam.

Bahkan, baru-baru ini terjadi aksi provokasi antara China dan Filipina. Kapal-kapal perang China berpatroli di gugus kepulauan yang menjadi tumpang tindih klaim antara China dan Filipina. Filipina membalas dengan mengadakan latihan militer gabungan bersama sekutu dekatnya, Amerika Serikat, di dekat wilayah tersebut. Provokasi itu disusul dengan saling melontarkan protes di antara kedua negara.

Namun, yang menarik, saat ini ketegangan di antara negara yang memiliki tumpang tindih klaim di beberapa wilayah di Laut China Selatan itu seakan sirna. Musibah hilangnya pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai penerbangan Malaysia membuat negara-negara yang memiliki tumpang tindih klaim wilayah itu bergabung dengan negara-negara lain untuk melakukan pencarian besar-besaran.

Saat ini ada 10 negara yang tercatat turut melakukan pencarian besar-besaran di perairan Laut China Selatan dengan mengerahkan total 34 pesawat terbang dan 40 kapal laut. Negara-negara tersebut adalah Malaysia, China, Filipina, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.

Kita hanya bisa berharap agar kerja sama di antara ke-10 negara itu berhasil menemukan pesawat terbang tersebut sehingga nasib 239 orang yang berada di dalam pesawat itu diketahui. Dan, untuk jangka panjang, kita berharap kerja sama yang baik, yang berlangsung selama pencarian pesawat tersebut, dapat dijadikan modal bagi negara-negara yang memiliki tumpang tindih klaim di beberapa wilayah di Laut China Selatan untuk menyelesaikan persoalan di antara mereka melalui dialog.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000005391476
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger