Penculikan itu sangat disayangkan karena terjadi justru pada saat Amerika Serikat dan Inggris tengah berupaya menyelamatkan lebih dari 200 siswi Nigeria yang diculik oleh kelompok Boko Haram, tiga pekan lalu.
Kelompok Boko Haram mengakui telah melakukan penculikan itu dan mengancam akan menjual gadis-gadis tersebut untuk dijadikan budak.
"Saya menculik gadis-gadis kalian," ujar pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau, dalam video selama 57 menit yang diperoleh sejumlah kantor berita, Senin lalu. Ia mengacu kepada 276 siswi yang diculik dari sekolah menengah pertama di utara Chibok, Nigeria utara.
Shekau mengulang kembali ancamannya bahwa pendidikan Barat harus ditutup. Ia menambahkan bahwa kelompok yang dipimpinnya menculik gadis-gadis itu dan mereka akan dijual di pasar.
Penculikan gadis-gadis itu menimbulkan kemarahan yang meluas di dunia. Tidak hanya di Nigeria, tetapi juga di negara-negara lain, terutama AS dan Inggris. Presiden AS Barack Obama kepada NBC News mengatakan, "Kami akan melakukan langkah apa pun untuk membantu, baik itu komunitas internasional maupun Pemerintah Nigeria, untuk melepas gadis-gadis itu." Inggris, melalui Menteri Luar Negeri William Hague, juga menawarkan bantuan kepada Nigeria.
AS, Inggris, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras penculikan tersebut. Penculikan dan ancaman untuk menjual gadis-gadis itu sebagai budak tidak dapat diterima. Itu merupakan kejahatan atas kemanusiaan.
Warga turun ke jalan untuk memprotes penculikan gadis-gadis itu di Lagos, salah satu kota terpadat di Nigeria. Mereka juga menuntut agar ratusan siswi yang diculik oleh kelompok Boko Haram dibebaskan.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menyambut baik tawaran AS untuk mengirimkan tim guna mendukung upaya pemerintah menemukan gadis-gadis yang diculik itu. Tim tersebut terdiri dari personel militer, penegak hukum, dan personel dari institusi-institusi lain.
Lewat pengiriman tim untuk membantu Pemerintah Nigeria ini, AS berharap komunitas internasional akan terdorong untuk turut serta memberikan bantuan, mengingat kejahatan atas kemanusiaan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi.
Aksi penculikan terhadap gadis-gadis itu, apa pun alasannya, tidak dapat diterima, mengingat mereka sama sekali tidak bertanggung jawab atas kebijakan yang dilakukan pemerintah negaranya. Dan, ancaman untuk menjual gadis-gadis itu sebagai budak lebih tidak dapat diterima. Itu sebabnya aksi penculikan tersebut harus dihentikan.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000006496299
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar