Kelima negara Afrika barat—Nigeria, Kamerun, Niger, Chad, dan Benin—berkesimpulan bahwa Boko Haram harus dihadapi bersama; bahwa Boko Haram yang menculik lebih dari 200 remaja siswi sekolah di Nigeria tidak hanya menimbulkan persoalan bagi Nigeria, tetapi juga negara-negara tetangga.
Bersatunya lima negara ini—dalam kerja sama militer dan intelijen setelah masyarakat internasional, yakni negara-negara Barat dan Amerika Serikat, juga Tiongkok memberikan dukungan kepada Nigeria—merupakan hal yang sangat menarik. Hal ini mengingat selama ini kelima negara itu kurang bisa hidup berdampingan secara damai. Yang juga menarik adalah Nigeria merupakan bekas koloni Inggris, sedangkan empat negara lain dahulu pernah di bawah kekuasaan Perancis.
Akan tetapi, sepak terjang Boko Haram yang oleh negara-negara Barat digolongkan sebagai kelompok teroris—karena itu Barat mengusulkan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar memasukkan Boko Haram dalam daftar organisasi teroris—dan menginjak-injak nilai kemanusiaan dengan menculik lebih dari 200 siswi sekolah di Nigeria telah menggerakkan kelima negara itu bersatu.
Padahal, hubungan Nigeria dan Kamerun selama ini bisa dikatakan tidak begitu baik. Hubungan dua negara kaya minyak itu, misalnya, kurang begitu bagus karena masalah perbatasan. Keduanya bersengketa dalam urusan perbatasan. Bahkan, harian Le Figaro, koran di Perancis, menulis bahwa selama ini Kamerun memandang gerakan Boko Haram adalah masalah Nigeria.
Akan tetapi, International Crisis Group, April lalu, memperingatkan bahwa aktivitas Boko Haram dapat melintas masuk ke Kamerun dan Niger. Kekuatan milter kedua negara ini diketahui kurang bagus untuk menghadapi Boko Haram. Barangkali catatan tersebut menjadi salah satu pendorong bersatunya Kamerun dengan Nigeria.
Terlepas dari alasan tersebut, terorisme memang bukan hanya merupakan ancaman bagi sebuah negara. Terorisme adalah ancaman tidak hanya regional, tetapi juga global. Setiap negara bisa menjadi sasaran tindak terorisme. Terorisme adalah isu global. Karena itu, bersatunya banyak negara—dalam kasus Boko Haram, tentu bersatunya Nigeria dengan negara-negara tetangga—akan menjadi kekuatan yang mantap dan kokoh untuk menghadapi Boko Haram. Terorisme harus dihadapi bersama-sama.
Dengan dukungan masyarakat internasional, dan bersatunya negara-negara Afrika, kita berharap upaya pembebasan para siswi yang diculik bisa berhasil.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000006722960
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar