Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 10 Juni 2015

Hilangnya Etika dalam Dunia Hiburan Televisi di Indonesia (surat pembaca)

Banyak stasiun televisi swasta di Indonesia berlomba menghasilkan program hiburan yang mampu memikat hati penonton. Dengan kemasan inovatif dan berupaya menyegarkan, acara hiburan TV itu kian hari kian tak beretika.

Hampir semua acara hiburan mempertontonkan masalah pribadi para artisnya sebagai bahan: tidak dihiraukan lagi batasan-batasan etis, sering vulgar. Contoh kecil adalah acara bertemakan musik sebagai dasar program, tetapi durasi musiknya lebih sedikit dibandingkan dengan durasi mengumbar-umbar masalah pribadi para pengisi acaranya; games atau kuis yang dicampur dengan konflik pribadi para artisnya; dan infotainment yang terang-terangan membuka ruang konflik dengan mengadu domba para bintang tamu.

Banyak faktor yang menjadikan acara hiburan di TV menjamur. Salah satunya adalah sponsor atau perusahaan yang mengiklankan produknya melalui kerja sama dengan pihak TV tanpa memperhatikan manfaat edukasinya terhadap pemirsa. Terus munculnya program yang tak mendidik ini sangat disayangkan.

Peran komisi penyiaran sangat diperlukan dalam memfilter hiburan di TV untuk memilah mana yang patut dipublikasikan, mana yang tidak patut ditayangkan.

ADI MURDANI WIBOWO, MAHASISWA SENI PERTUNJUKAN ISI SURAKARTA

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Juni 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat kepada Redaksi ".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger