Hampir semua acara hiburan mempertontonkan masalah pribadi para artisnya sebagai bahan: tidak dihiraukan lagi batasan-batasan etis, sering vulgar. Contoh kecil adalah acara bertemakan musik sebagai dasar program, tetapi durasi musiknya lebih sedikit dibandingkan dengan durasi mengumbar-umbar masalah pribadi para pengisi acaranya; games atau kuis yang dicampur dengan konflik pribadi para artisnya; dan infotainment yang terang-terangan membuka ruang konflik dengan mengadu domba para bintang tamu.
Banyak faktor yang menjadikan acara hiburan di TV menjamur. Salah satunya adalah sponsor atau perusahaan yang mengiklankan produknya melalui kerja sama dengan pihak TV tanpa memperhatikan manfaat edukasinya terhadap pemirsa. Terus munculnya program yang tak mendidik ini sangat disayangkan.
Peran komisi penyiaran sangat diperlukan dalam memfilter hiburan di TV untuk memilah mana yang patut dipublikasikan, mana yang tidak patut ditayangkan.
ADI MURDANI WIBOWO, MAHASISWA SENI PERTUNJUKAN ISI SURAKARTA
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Juni 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat kepada Redaksi ".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar