Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 10 Juni 2015

Pasar Senen Tak Kunjung Dibangun

Seluruh lahan pasar tradisional adalah sumbangan masyarakat kepada pemerintah. Masyarakat menyumbangkan tanahnya dengan harapan agar terbangun sarana dan prasarana fasilitas jual-beli berbagai kebutuhan sehari-hari. Demikian pula lahan proyek Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, yang terbakar pada 25 April 2014, yang ditelantarkan hingga kini, adalah sumbangan warga DKI Jakarta di masa lalu, yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui PD Pasar Jaya.

Telantarnya pembangunan kembali (peremajaan) Pasar Senen Blok III tak terlepas akibat lemahnya pengawasan. Bahkan ketidakpedulian empat pilar kekuatan negara: eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pers. Padahal, petinggi PD Pasar Jaya di saat kobaran api memberikan keterangan kepada pers bahwa pihaknya, bekerja sama dengan pengembang PT Jaya Real Property Tbk, segera menyelesaikan peremajaan pasar ini pada 2016.

Ternyata ucapan tersebut gombal belaka. Lahan atau tanah pasar rakyat bekas kebakaran itu sudah setahun ini menjadi lahan kosong, tak kunjung dibangun, kini identik dengan kubangan kerbau.

Akibatnya, 1.170 pedagang ekonomi lemah Pasar Senen Blok III yang kios-kios berikut barang dagangan musnah menjadi abu, dengan kerugian sedikitnya Rp 100 miliar, juga tak kunjung mendapat kepastian. Letak Pasar Senen Blok III memang sangat strategis. Berada di jantung kota metropolitan Jakarta, kurang lebih 1 kilometer dari Istana Negara dan 650 meter dari Kantor Gubernur DKI.

MANAHARAN SIAHAAN, PERUM BAKOSURTANAL D-9 CIKARET, CIBINONG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Juni 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat kepada Redaksi ".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger