Situasi kebuntuan terkait dana talangan juga kembali memicu spekulasi kemungkinan dipaksa keluarnya Yunani dari Uni Eropa (UE). Persetujuan talangan baru itu sendiri sejauh ini masih terganjal perbedaan pendapat terkait syarat kebijakan reformasi yang harus dijalankan Yunani.
Jumlah utang Yunani kepada IMF yang jatuh tempo Juni ini mencapai 1,6 miliar euro, di mana 300 juta euro jatuh tempo Jumat ini. Total dana talangan yang telah ditarik Yunani hingga Juni 2015 mencapai 240 miliar euro, tetapi sejauh ini, lima tahun program reformasi, belum mampu membawa Yunani keluar dari resesi.
Gagal bayar dan keluarnya Yunani dari UE dipastikan akan memunculkan dampak pada ekonomi kawasan, khususnya kreditor Yunani, dan guncangan pada kredibilitas sistem mata uang tunggal UE, terutama jika keluarnya Yunani diikuti oleh perekonomian bermasalah EU lain yang juga kesulitan memenuhi persyaratan ketat UE.
Sejumlah upaya terus ditempuh untuk menjembatani perbedaan pendapat antara kedua pihak. PM Yunani Alexis Tsipras, yang terpilih sebagai PM Januari lalu dan di bawah tekanan kelompok radikal di dalam partainya yang menentang kebijakan pengetatan lebih ekstrem, bertekad menentang keras program talangan yang disertai persyaratan yang akan kian memukul ekonomi Yunani.
Sebaliknya, kreditor tetap berkeras Yunani harus menjalankan reformasi yang disyaratkan. Dalam upaya terakhir menghindari kebangkrutan negaranya, Tsipras menemui pemimpin Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, Rabu lalu, untuk meminta dukungan bagi disetujuinya pencairan talangan baru 7,2 miliar euro sebagai bagian terakhir dari paket talangan, sekaligus mengakhiri kebuntuan yang sudah berlangsung empat bulan terkait dana talangan itu.
Dengan dalih untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di UE, Tsipras meminta dukungan para pemimpin Eropa, meminta mereka memahami realitas yang dihadapi Yunani. Namun, kalangan kreditor sendiri skeptis akan dicapai kesepakatan. Dalam percakapan telepon dengan Tsipras, Kanselir Jerman dan Presiden Perancis tetap berkeras dipenuhinya target surplus primer lebih rendah oleh Yunani. Target surplus primer menjadi salah satu isu yang gagal disepakati kedua pihak.
Pemerintahan berkuasa Yunani menghendaki target surplus primer yang masih membuka ruang bagi pihaknya untuk memenuhi janji politik pada pemilih mereka untuk meningkatkan belanja publik.
Meski para pemimpin UE masih menyuarakan keinginan kuat agar Yunani tetap bertahan di UE, Jerman sebagai perekonomian terkuat belakangan menunjukkan sikap lebih realistis terkait kemungkinan keluarnya Yunani. Kita berharap perkembangan di zona euro tak berdampak signifikan pada ekonomi global, termasuk Indonesia.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Juni 2015, di halaman 6 dengan judul "Risiko Gagal Bayar Yunani".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar