Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 13 Juni 2015

TAJUK RENCANA: Pembangunan Jalan Tol (Kompas)

Jalan tol sepanjang 116 kilometer dari Cikopo hingga Palimanan, Jawa Barat, selesai dibangun. Siap digunakan untuk arus mudik.

Kabar positif untuk para pemudik yang hendak melaksanakan ritual tahunan bulan depan. Harian ini melaporkan, Jalan Tol Cikopo-Palimanan tinggal penyelesaian akhir. Fasilitas yang belum selesai dibangun sampai kemarin, yakni sejumlah area istirahat, papan informasi, pembatas jalan, dan perawatan rumput. Diperkirakan, ketika arus mudik semua fasilitas itu akan selesai.

Jalan tol lebih dari 100 kilometer tersebut bersambung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Awal Juni lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mencoba jalan tol sepanjang 269 kilometer dari Jakarta-Brebes nonstop dengan waktu tempuh empat jam.

Dibandingkan melalui jalan pantai utara, perjalanan melalui Jalan Tol Cikopo-Palimanan menjadi lebih cepat. Ada efisiensi waktu yang signifikan karena bisa menghemat sampai lebih dari dua jam perjalanan. Selisih waktu tempuh akan lebih lama karena jalan pantai utara sering macet.

Untuk jangka pendek, selesainya pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan akan sangat membantu kelancaran arus mudik. Kendaraan roda empat atau lebih pasti akan memilih jalan tol baru tersebut saat arus mudik sehingga beban jalan pantai utara akan berkurang. Pemudik kendaraan roda dua yang tiap tahun terus meningkat jumlahnya akan mempunyai ruang yang lebih banyak.

Bertambahnya ruas jalan tol akan memperlancar arus mudik. Tahun 2014, terjadi 1.584 kecelakaan dengan korban meninggal mencapai 352 orang. Harapan kita, selain arus lalu lintas Lebaran menjadi lebih baik, angka kecelakaan dan korban jiwa nantinya juga bisa ditekan menjadi jauh berkurang.

Dalam peta yang lebih besar, penyelesaian Jalan Tol Cikopo-Palimanan akan mempercepat terwujudnya Trans-Jawa yang bermula dari Merak, Banten, dan berakhir di Banyuwangi, Jawa Timur.

Rencana pembangunan jalan tol sepanjang lebih dari 1.300 kilometer tersebut setapak demi setapak mulai menampakkan hasilnya. Dengan lancarnya pembangunan jalan tol, biaya transportasi akan menjadi turun. Arus distribusi barang menjadi lebih lancar. Biaya ekstra yang dikeluarkan pengusaha atau pengguna jalan melalui jalan arteri karena adanya pungutan liar dan jalan yang rusak menjadi berkurang.

Transportasi yang lebih cepat dan lebih hemat pada gilirannya akan mampu menekan harga barang dan jasa sehingga perekonomian kita menjadi lebih produktif.

Selesainya pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan hendaknya menjadi momentum bergeraknya mesin ekoonomi pemerintahan sekarang ini yang dirasakan masih kurang optimal.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Juni 2015, di halaman 6 dengan judul "Pembangunan Jalan Tol".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger