Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 09 Januari 2016

Ciledug Garut Sering Banjir//Tanggapan Kemdikbud//Garansi Tidak Berlaku//Biaya IPL Selangit (Surat Pembaca Kompas)

Ciledug Garut Sering Banjir

Saya sudah hampir 25 tahun bertempat tinggal di Jalan Ciledug, Garut. Saat musim hujan, terutama ketika hujan lebat, Ciledug sering dilanda banjir. Padahal, kawasan ini adalah etalase sekaligus sentra ekonomi dan jasa Kota Garut. Air bergantian melimpahi jalan, meluap, terutama dari gorong-gorong yang berukuran terlalu kecil sehingga tidak sanggup menampung derasnya aliran air hujan. Jalan menjadi penuh dengan air dan limpasannya masuk ke rumah saya.

Sewaktu banjir besar terjadi pada 28 Desember pukul 14.00, saya sedang kedatangan tamu dari luar kota. Mereka sudah berusia lanjut dan menyaksikan pemandangan yang luar biasa tak enak itu. Mereka heran, Garut adalah kota yang terletak di dataran tinggi, sudah ditinggali sejak puluhan tahun lampau dan tidak pernah banjir. Mengapa sekarang menjadi kota yang tidak terurus, kumuh, dan semrawut?

Mereka juga menyaksikan banyaknya minimarket yang tumbuh saling berseberangan dan pembangunannya tidak mengindahkan tata ruang, apalagi lingkungan.

Pemda, dalam hal ini bupati dan jajaran dinasnya, terkesan mengabaikan kepentingan umum. Gorong-gorong tak pernah dibersihkan, apalagi diperdalam dan diperbesar. Yang dikerjakan malah hal-hal tak perlu, itu pun terkesan asal-asalan, seperti pengaspalan jalan dan penyemenan pinggir jalan yang sedikit menutup saluran pembuangan.

Saya mohon ada tindakan nyata terhadap Jalan Ciledug, pusat ekonomi dan jasa dengan banyak kantor cabang bank yang turut menggerakkan roda perekonomian Garut.

H GUNADI

Jalan Ciledug, Garut

Tanggapan Kemdikbud

Menanggapi surat pembaca dari Saudara Panji Sucipto ("Khawatir Kurikulum 2013",Kompas, Rabu 23/12/15), kami menyampaikan hal-hal berikut.

Pertama, sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah atau bentuk lain yang sederajat, kisi-kisi soal ujian sekolah/madrasah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu pengetahuan Alam (IPA) ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud. Kisi-kisi soal ujian sekolah/madrasah untuk mata pelajaran selain ketiga mata pelajaran itu disiapkan satuan pendidikan dengan koordinator dinas pendidikan kabupaten/kota atau Kementerian Agama.

Kedua, kisi-kisi untuk ketiga mata pelajaran yang disiapkan Kemdikbud berlaku untuk Kurikulum 2006 dan 2013.

Ketiga, materi yang diujikan pada ketiga mata pelajaran adalah materi yang sudah diajarkan kepada peserta didik, baik Kurikulum 2006 maupun 2013.

Keempat, dalam menetapkan materi yang diujikan pada kisi-kisi, Kemdikbud telah me-review dan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan.

Kelima, dengan demikian, ujian sekolah pada ketiga mata pelajaran berdasarkan kisi-kisi yang sama tidak merugikan peserta didik, baik dari sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013.

ASIANTO SINAMBELA

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud

Garansi Tidak Berlaku

Saya pengguna Samsung setia, termasuk anak saya menggunakan Samsung Galaxy Alpha. Pada 14 Desember 2015, tiba tiba kaca layar HP retak. padahal, tidak jatuh atau tertekan benda lain.

Pada 16 Desember, saya membawa HP itu ke Samsung Service Center Tomang, Jakarta Barat. Garansi ditolak karena katanya jatuh atau tertekan kacanya walaupun saya sudah jelaskan duduk soalnya.

Perlu waktu 2-3 hari untuk perbaikan karena tidak ada stok dan biayanya Rp 1.130.000. Sangat mahal hanya untuk kaca depan. Sungguh mengecewakan.

JIMMY HARTANTO

Taman Kedoya Baru, Jakarta Barat 11520

Biaya IPL Selangit

Saya satu dari 93 pemilik rumah atau kavling di Golf Residence Kemayoran. Luas tanah rumah saya 8 meter x 15 meter (120 meter persegi).

Baru-baru ini, saya mendapat tagihan bulanan IPL (kebersihan dan keamanan) tahun 2016 sebesar Rp 2.050.000 per bulan. Itu pun setelah diskon 20 persen.

Biaya IPL yang ditetapkan PT Bangun Indah Langgeng ini tidak masuk akal, apalagi masih banyak unit belum dihuni. Mohon yang berwenang menindaklanjuti.

HENDRA

Kalideres, Jakarta Barat

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Januari 2016, di halaman 7 dengan judul "Surat Kepada Redaksi".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger