Cari Blog Ini

Bidvertiser

Selasa, 07 Maret 2017

TAJUK RENCANA: IORA dan Kemajuan Pesisir Hindia (Kompas)

Presiden Joko Widodo dan para pemimpin Asosiasi Kerja Sama Lingkar Samudra Hindia (IORA), Selasa (7/3) ini, akan menyepakati IORA Concord.

Kita berharap kesepakatan di Jakarta ini dapat menjadi basis pengembangan ke-21 negara anggota asosiasi.

IORA, yang berdiri sejak Maret 1997, mengidealkan kawasan dan negara-negara anggotanya dapat merekatkan diri dalam kerja sama konstruktif dan meraih kemajuan. Namun, dua dekade semenjak berdiri, kita mendengar sedikit saja tentang asosiasi ini.

Memang, seperti halnya ASEAN atau APEC, setiap tahun ada pertemuan puncak. Namun, untuk kerja sama riil bagi kemajuan ekonomi, perhimpunan-perhimpunan di atas, termasuk IORA, juga masih membutuhkan dinamisator sehingga ada kemajuan yang nyata.

Memang negara seperti Indonesia, India, dan Afrika Selatan, selain Australia, beberapa tahun terakhir membukukan kemajuan. Namun, kita masih sedikit mendengar ada kemajuan berarti pada anggota lain asosiasi.

Sebagaimana pada asosiasi lain, para pemimpin IORA juga memvisikan asosiasi bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang berkelanjutan dan seimbang, memfasilitasi perdagangan, serta menjadi sarana untuk membicarakan pengurangan hambatan-hambatan perdagangan dan investasi.

Dalam perkembangannya, IORA juga dihadapkan pada tantangan baru seputar keamanan, sengketa batas maritim, bajak laut, pencurian ikan, migrasi tak biasa, perdagangan narkoba, perubahan iklim, dan persaingan kuasa besar. Sementara masalah lama yang dulu jadi fokus IORA, seperti keamanan dan keselamatan maritim, pendidikan dan kebudayaan, serta ekonomi, belum tertangani.

Munculnya tantangan baru inilah yang coba dijawab saat Indonesia menjadi Ketua IORA periode 2015-2017 (Kompas,6/3). Menurut Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, berbagai agenda permasalahan telah dirundingkan dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi dan diharapkan tidak ada masalah lagi di tingkat menteri.

Dengan diparafnya IORA Concord, asosiasi memiliki acuan bersama untuk menciptakan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan Samudra Hindia. Jika stabilitas dan keamanan bisa ditegakkan, kerja sama (pembangunan) ekonomi pun bisa dipacu.

Karena basis terbentuknya asosiasi bertumpu pada samudra, dalam hal ini Samudra Hindia, maka masuk akal jika ada perhatian khusus terhadap pengembangan blue economy, sebagaimana disinggung Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemenlu Siswo Pramono.

Kita berharap saat bertemu lagi dalam KTT yang akan datang, ada banyak laporan kemajuan yang muncul sebagai buah dari IORA Concord yang lahir hari ini di Jakarta.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Maret 2017, di halaman 6 dengan judul "IORA dan Kemajuan Pesisir Hindia".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger