Sebagai pemimpin Departemen Kehakiman AS, Sessions bertanggung jawab atas aktivitas 60 lembaga di bawah departemen itu, salah satunya Biro Penyelidik Federal (FBI). Saat ini, FBI tengah memeriksa dugaan keterlibatan Rusia untuk memengaruhi hasil pemilihan presiden lalu, yang dimenangi oleh Presiden Donald Trump.
Sebelum menjadi Jaksa Agung, Sessions adalah senator pertama yang memberikan dukungan kepada Trump dan menjadi penasihat keamanan nasional di tim kampanye. Sessions kemudian menjadi pilihan Trump untuk posisi jaksa agung. Dalam konfirmasi di depan sidang komite Senat, terhadap pertanyaan tentang hubungan antara tim kampanye Trump dan Rusia, Sessions mengatakan, dia tidak mengetahui aktivitas seperti itu.
Dia melanjutkan, "Satu-dua kali kehadiran saya diwakilkan dalam tim kampanye, dan saya tidak memiliki komunikasi dengan pihak Rusia."
Jawaban di bawah sumpah itu berbalik menyerangnya setelah harian The Washington Post mengungkap bahwa dalam sidang itu Sessions tidak mengatakan bahwa dia dua kali bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak. Salah satunya adalah pertemuan di kantor Sessions pada September saat dugaan adanya keterlibatan Rusia dalam pemilu AS mencapai puncaknya.
Tidak ada yang salah saat seorang senator AS bertemu dengan kepala perwakilan negara asing. Namun, tidak ada pula yang bisa menjamin bahwa pemilu AS tidak dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Dalam hal ini, Sessions dianggap tidak memberitahukan adanya pertemuan dengan pihak Rusia tersebut kepada komite Senat.
Di bawah tekanan kubu Demokrat dan sebagian Republiken, Sessions tidak punya pilihan selain menarik diri dari semua penyelidikan yang dilakukan FBI terkait keterlibatan Rusia dalam pemilu. Namun, dia berkeras tidak melanggar peraturan dan tak mau mundur dari posisinya. Sikap Sessions mendapat dukungan penuh Trump.
Sessions bukan pejabat pertama dalam pemerintahan Trump yang diketahui tidak berbicara terus terang telah bertemu dengan pihak Rusia. Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn diminta mundur setelah tidak memberi tahu Wakil Presiden Mike Pence tentang pertemuannya dengan Kislyak.
Kontroversi yang mengiringi Sessions, dan sebelumnya Flynn, memperlihatkan bahwa kejujuran adalah nilai universal yang tidak memandang batas negara dan selalu harus dijunjung tinggi. Kejujuran tak hanya soal tidak melakukan korupsi, tetapi juga berkait dengan ucapan. Pejabat pemerintah perlu memberikan contoh kesatuan antara ucapan dan perbuatan, dan menjalaninya dengan konsekuen.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Maret 2017, di halaman 6 dengan judul "Kejujuran Jaksa Agung AS Diragukan".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar