Halo Transjakarta
Saya adalah salah satu penumpang bus jurusan Cibubur-Cawang yang akhir-akhir ini sangat kecewa dengan pelayanan jurusan Cibubur-Cawang. Sejak koridor transjakarta jurusan Cibubur-Cawang dipindahkan dari UKI Cawang ke BKN, saya beserta banyak penumpang lain sering telat ke tempat kerja karena harus melewati empat titik kemacetan.
Titik pertama kemacetan adalah lampu merah memasuki BKN, titik kedua putaran bus di koridor BKN, titik ketiga lampu merah memasuki UKI Cawang, dan titik keempat adalah titik putar menuju tol, dan jalur yang semrawut. Semua ini tidak pernah kami alami saat koridor jurusan Cibubur-Cawang masih di UKI Cawang.
Seperti diketahui sejak pemindahan koridor di BKN, di tempat tunggu kami para penumpang jurusan Cibubur-Cawang harus berimpitan dengan penumpang bus jurusan PGC-Tanjung Priok, PGC-Grogol, PGC-Harmoni (lewat BPKP Pramuka), dan PGC-Dukuh Atas.
Saat berada di koridor UKI Cawang, kami dimasukkan ke tempat Cibubur dan tidak dicampur dengan penumpang lain. Akibat pemindahan koridor di BKN, banyak penumpang Cibubur-Cawang beralih angkutan ke kendaraan pribadi lagi agar tidak telat ke tempat kerja.
Kami sangat menyesalkan kebijakan pemindahan ke koridor BKN untuk penumpang Cibubur-Cawang dan jadi tidak sesuai dengan moto transjakarta, "Kini Lebih Baik". Tolong, perbaiki pelayanan dengan mengembalikan kami ke koridor UKI Cawang, menambah bus Cibubur-Cawang menjadi enam-delapan bus saat jam sibuk, dan bus datang tepat waktu. Kami juga minta tolong agar bus dicek setiap hari, jangan sampai ada air menetes dari atap bus ataupun ada bekas muntahan orang.
Saya beserta para penumpang lain sering menelepon call center 1500102, tetapi tidak direspons.
Junietha Aruan
Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur
Perumahan di Pondok Ranji
Kami atas nama warga pensiunan Karyawan Pertamina yang berdomisili di Perumahan Pertamina Pondok Ranji, Ciputat Timur, resah dengan para oknum yang mengaku memiliki lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum di kompleks kami.
Awal Desember 2017, mereka menutup dan membuat portal pintu masuk pasar mini yang berada di Kompleks Pertamina. Aktivitas warga jadi terganggu.
Kami melalui ketua RW dan ketua RT telah beberapa kali mengirim surat laporan ke Pertamina melalui Vice President Manajemen Aset Direktorat Umum dan SDM, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan berarti. Orang-orang tersebut semakin berani dan berniat menduduki lahan makam.
Mereka juga melaporkan pengurus Yayasan Pemakaman ke Polda Metro Jaya, dan anehnya pengurus Yayasan Pemakaman Pertamina dipanggil Polda Metro Jaya, bukan Pertamina sebagai pemilik lahan.
Melalui surat terbuka kepada Dirut Pertamina, kami mohon agar membantu menyelesaikan masalah ini. Kami berharap aset Pertamina di sekeliling Perumahan Pertamina seluas 62 hektar yang notabene milik negara dapat diselamatkan.
Kami pernah berkarya dan ikut membesarkan nama Pertamina, berharap bisa hidup tenang di hari tua.
Deniarto Suhartono
Kompleks Pertamina Pondok Ranji, Tangerang Selatan
Tidak Profesional
Pada 20 Oktober 2016, saya membeli tiga unit AC Sharp seri AH-A5SEY. Dua bulan pertama AC terasa dingin. Masalah mulai timbul setelah masuk bulan ketiga. Sama sekali tidak dingin walau posisi sudah 16 derajat celsius.
Saya telah bolak-balik melapor dan dikunjungi beberapa kali oleh teknisi Sharp. AC yang bermasalah hanya diservis, tetapi tidak membaik.
Saya memohon untuk ganti unit, tetapi ditolak. Mereka lalu mengganti kompresor. Namun, tetap saja tidak berpengaruh.
Setelah pergantian kompresor, saya menghubungi call center berkali-kali karena masih bermasalah. Selalu dijanjikan akan dikunjungi, atau akan ditelepon kembali, tetapi tidak ada tindak lanjut. Ponsel teknisi yang pernah diberikan kepada kami pun tidak bisa dihubungi.
Mengapa unit AC yang rusak tidak diganti saja?
Junifrius Gultom

Tidak ada komentar:
Posting Komentar