Cari Blog Ini

Bidvertiser

Kamis, 01 Februari 2018

Surat Kepada Redaksi: Jadwal QR yang Kacau//Searah Jarum Jam//Solusi Menhub buat Tol Cikampek (Kompas)


Jadwal QR yang Kacau 

Ini pengalaman buruk kami terbang dengan Qatar Airways atau QR menuju Teheran. Untuk menuju Teheran, QR menerapkan sistem penerbangan terhubung Muscat (Oman)–Doha (Qatar) kemudian Doha (Qatar)–Teheran (Iran). Kami bertiga—saya, Julianto Saut, dan Elia Massa Manik—kehilangan jadwal temu bisnis karena QR tidak profesional.

Kronologinya sebagai berikut. Pada 21 Januari lalu, kami terbang dari Muscat ke Doha menggunakan QR 490 kelas bisnis dengan jadwal keberangkatan pukul 23.30 dan tiba di Doha pada 22 Januari dini hari pukul 00.10. Penerbangan lanjutan dengan QR dari Doha ke Teheran dijadwalkan pada 22 Januari pukul 00.55 dan seharusnya tiba di Teheran pada pukul 03.29 waktu setempat.

Waktu perpindahan dari penerbangan sebelumnya ke penerbangan lanjutan sangat ketat, sekitar 45 menit. Jadwal ini tampaknya tidak memperhitungkan waktu perpindahan penumpang dari pesawat satu ke pesawat selanjutnya.

Jadwal ketat perpindahan pesawat itu tidak dilengkapi bantuan khusus dari pihak maskapai agar kami bisa sampai di pintu menuju pesawat tepat waktu. Kami dibiarkan antre tanpa ada bantuan khusus dari pihak maskapai. Tidak terlihat tanggung jawab pihak maskapai untuk membantu sehingga kami bertiga ketinggalan pesawat.

Kami sudah berupaya menghubungi pihak maskapai untuk minta penjelasan, tetapi tidak ada respons. Kejadian ini sangat merugikan kami secara material dan imaterial, terutama kaitannya dengan hubungan baik dan kepercayaan mitra bisnis kami di Teheran. Melalui surat pembaca ini, kami minta perhatian Qatar Airways.

Syahrial Mukhtar
Sekretaris Korporat, PT Pertamina (Persero),
Jl Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta Pusat

 

Searah Jarum Jam

Kompas edisi Minggu, 21 Januari 2018, memuat tulisan Sri Rejeki yang berjudul "Aku dan Rumahku: Teras Kreatif Mice" (halaman 21). Sejumlah foto menyertai tulisan itu.

Sayangnya, keterangan foto yang diawali dengan "Searah jarum jam" agak membingungkan dan menyulitkan pembaca.

Ada enam foto yang dipasang, tetapi keterangan foto hanya ada empat. Jadi, ada dua foto tanpa keterangan. Itu pun pembaca harus menebak-nebak mana foto "Ruang Keluarga" Mice, mana foto "Ruang Kerja".

Agar tak membingungkan, foto-foto yang diawali dengan "Searah jarum jam" sebaiknya diberi nomor urut (1, 2, 3, dst). Pembaca tak perlu menebak- nebak teks dengan fotonya.

PAMUSUK ENESTEJl
Mertilang, Bintaro Jaya,
Tangerang Selatan, Banten

Redaksi
Terima kasih atas masukan Saudara.

Solusi Menhub buat Tol Cikampek

Kemacetan luar biasa di jalan tol Cikampek sudah berlangsung lama. Waktu tempuh bisa mencapai lima hingga delapan jam hanya untuk jarak kurang dari 150 kilometer.

Salut bahwa Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menemukan jalan keluar. Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan dibagi menjadi empat jalur kendaraan. Lajur pertama untuk bus, jalur kedua truk, jalur ketiga dan keempat untuk kendaraan lain (Kompas, 22 Januari lalu).

Semoga kebijakan ini dapat diterapkan secara konsisten sehingga mampu memangkas waktu tempuh menjadi kurang dari tiga jam.

Dalam hal ini perlu keseriusan pihak Jasa Marga untuk menyediakan empat jalur yang lancar, terutama pada lintas kemacetan terparah, di antarnya simpang susun Cikunir sampai Bekasi Barat.

Demikian halnya dengan polisi supaya betul-betul mengupayakan agar bus dan truk dapat tertib berada pada jalur masing-masing.

Yan Lesmana Putra

Cililitan, Jakarta Timur

Kompas, 1 Februari 2018

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger