Bidvertiser

Jumat, 30 Maret 2018

Kita Semua Bersaudara//Awas Maling//Taman Perdamaian (Kompas)


Kita Semua Bersaudara

Pada 17 Agustus 1945 Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini merupakan kebulatan tekad dari seluruh rakyat Indonesia, apa pun suku, agama, ras, ataupun golongannya. Kita semua bersaudara.

Namun, upaya menjadi bangsa yang benar-benar merdeka ternyata tidak mudah. Penjajah yang
tidak rela terus menyerang. Maka pada tahap selanjutnya terjadilah perang untuk mempertahankan kemerdekaan, yang tentunya menelan banyak korban.

Perang kemerdekaan ini akhirnya selesai pada tahun 1949. Kemudian masih terjadi peperangan kecil-kecil, tetapi semuanya dihadapi bahu-membahu dengan semboyan "Kita Bersaudara".

Kini menjelang 73 tahun merdeka justru muncul kejahatan kebencian terhadap bangsa sendiri. Apa yang mau dicari? Ingat, Anda, saya, dan kita bersaudara. Mau diapakan lagi?

Kita harus menjunjung tinggi Proklamasi 17 Agustus 1945 yang menunjukkan kekompakan bangsa Indonesia dilandasi dengan Sumpah Pemuda yang lebih dahulu berlangsung, 28 Oktober 1928.

"Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia. Mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."

Semoga bencana menyingkir.

Titi Supratignyo
Pondok Kacang Barat,
Pondok Aren, Tangerang Selatan


Awas Maling

Beberapa bulan ini, di perumahan Villa Melati Mas (VMM), Tangerang Selatan, banyak warga yang kemalingan.

Di dekat rumah saya sepeda motor sering hilang, demikian juga sepeda dan barang lain. Maling beroperasi pada siang dan malam hari.

Seringnya pencurian membuat saya menyimpulkan, keamanan di VMM masih kurang optimal. Saya berharap dengan adanya keluhan-keluhan dari warga, pengelola dapat lebih memperhatikan keamanan.

JASON YOUNG
Villa Melati Mas,
Tangerang Selatan


Taman Perdamaian

Taman Perdamaian berada di Sektor 1.3, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Ternyata, taman itu sudah berumur hampir 20 tahun.

Taman ditujukan sebagai sarana rekreasi dan kesenian. Belum lama ini, taman diperbarui oleh pemerintah daerah dengan menambah jungkat-jungkit, perosotan, fasilitas olahraga skateboard dan sepeda BMX.

Sayangnya, taman ini miskin lampu sehingga gelap pada malam hari. Apalagi jika lampu di sekitar taman juga mati.

Menurut saya, hal ini perlu segera diperbaiki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk tindak kriminal.

Masalah lain yang harus diperbaiki adalah keterbatasan lahan parkir. Hal ini membuat banyak sepeda motor parkir sembarangan di pinggir trotoar. Akibatnya, banyak pejalan kaki dan pengguna jalan terganggu.

Sebagai penduduk di sekitar taman, saya menyarankan kepada pemda ataupun pengelola BSD untuk meninjau apa yang diperlukan taman ini dan kemudian memperbaiki kondisinya agar menjadi lebih baik. Misalnya dengan memasang lampu dan menyediakan lahan parkir.

Semoga taman ini menjadi tempat yang menyenangkan.

Jessica Wijaya 
Griya Loka, BSD,

Tangerang Selatan

Kompas, 29 Maret 2018

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar