Cari Blog Ini

Bidvertiser

Selasa, 31 Juli 2018

Antisipasi Ganjil Genap//Nomor HP Kembar//Mutu Apartemen (Surat Pembaca Kompas)


Antisipasi Ganjil Genap

Pembatasan kendaraan di kota Jakarta yang diperluas cakupannya berdasarkan nomor ganjil-genap akan berlaku efektif mulai 1 Agustus 2018. Pembatasan akan berlangsung 07.00-21.00 dan tanpa pengecualian di hari libur, itu perlu dikaji ulang karena dampaknya bisa ke mana-mana dan sungguh merepotkan.

Barangkali akan tidak bermasalah secara pribadi apabila saya harus menghapus keinginan untuk menyaksikan secara langsung perhelatan olahraga internasional yang diselenggarakan di Indonesia ini, khususnya yang berlokasi di Jakarta. Mudah-mudahan, saya masih bisa menyaksikan di rumah melalui siaran televisi.

Saat ini saja, saya sudah bingung karena saya menerima undangan dari seorang teman dekat atas perhelatan pernikahan anaknya yang akan berlangsung di tanggal ganjil, padahal kendaraan saya bernomor genap. Menurut teori, saya bisa menggunakan transportasi umum. Akan tetapi, itu berarti saya harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pergi-pulang dari tempat perhelatan.

Itu baru satu permasalahan saja. Ke depan kalau kita akan mengundang teman, saudara, atau relasi ke suatu acara, mau tak mau lokasi harus kita perhitungkan. Sedapat mungkin hindari tempat penyelenggaraan di area ganjil-genap. Apa iya, kita juga harus memilah teman yang akan diundang, dengan membatasi hanya mengundang teman-teman yang dari alamat tinggalnya menuju lokasi perhelatan, tidak perlu melewati jalur ganjil-genap?

Pengelola gedung atau ruang pertemuan di jalur ganjil-genap perlu memutar otak mencari jalan keluar untuk mempertahankan atau mengubah bisnisnya. Apalagi kalau kebijakan ganjil-genap tersebut ditetapkan permanen.

Saya menyimpulkan, kebijakan ganjil-genap tidak cukup dilihat dari keinginan mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi perlu dikaji dari dampak kehidupan sosial dan ekonomi, termasuk segi bisnis yang terimbas.

Suwarsono Jl H Zaini, Cipete Selatan, Jakarta Selatan

Nomor HP Kembar

September 2016 istri saya membeli gawai baru di Mega Bekasi Hypermall Smartfren nomor 0882132044xx.

HP beroperasi normal. Awal Juli 2018, tiba-tiba terjadi berbagai gangguan. Fasilitas WA tidak dapat dibuka, apalagi digunakan. Bahkan, istri saya seolah-olah keluar dari grup WA keluarga dan teman-temannya, padahal tidak ia lakukan.

Maka, via gawai saya, saya mengirim artikel, gambar, dan berita-berita keluarga yang tidak dapat ia akses.

Namun, seseorang lewat nomor dengan nama istri saya di WA meminta maaf dan menyatakan nomor itu miliknya. Ia baru beli kartu perdana itu di Rawa Bokor, Cengkareng.

Ketika menggunakan fasilitas WA, muncul nama orang lain. Dia menerima SMS, WA, dan telepon yang bukan untuknya.

Karena terganggu, dia keluar dari semua grup WA. Rupanya itulah saat istri saya—tanpa sepengetahuannya—keluar dari beberapa grup yang diikutinya.

Mengapa satu nomor bisa dimiliki dua orang yang berbeda? Mohon penjelasan Smartfren.

Harsono Sutedjo Kemang Pratama, Bekasi

Mutu Apartemen

Sejak serah terima kunci unit apartemen elite Trivium Lippo Cikarang, 1 September 2015, apartemen selalu bermasalah.

Dari meja dapur yang sambungannya pecah-pecah, tiadanya fasilitas parkir motor, hingga kebocoran plafon.

Developer tidak bisa memberikan solusi atas kebocoran yang terjadi karena kualitas pelaksanaan pembangunan yang kurang bagus. Akibatnya, masalah susah dibenahi. Akibatnya, sebagai pemilik unit apartemen saya tidak bisa menikmati.

Padahal, uang iuran bulanan sudah berjalan Rp 40 jutaan ke pihak developer. Sebegitu jelekkah kualitas apartemen Trivium Lippo Cikarang?

Mohon developer pengelola Apartemen Trivium Lippo Cikarang menengok apartemen kami dan berintrospeksi diri.

Djanoko Gozali Eramas 2000, Jakarta Timur

Kompas, 31 Juli 2018

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger