Cari Blog Ini

Bidvertiser

Senin, 09 Desember 2013

TAJUK RENCANA: Babak Baru Kerja Sama AS-ASEAN (Kompas)

SEJUMLAH pejabat Amerika Serikat dan ASEAN bertemu di Jakarta, Jumat (6/12) pagi, untuk mengawali program kerja sama babak baru.
Pertemuan sejumlah pejabat AS-ASEAN itu patut diapresiasi karena hubungan baik yang telah berlangsung selama 36 tahun itu memang perlu dievaluasi. Yang sudah tidak relevan lagi dapat ditinggalkan, sedangkan yang masih relevan dapat diteruskan, atau bahkan diperkuat.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa selama 36 tahun terakhir, kawasan Asia Tenggara telah berubah drastis. Itu sebabnya, baik AS maupun ASEAN perlu melakukan penyesuaian, baik dalam bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial-budaya, maupun pembangunan.

Situasi keamanan di Asia Tenggara sudah jauh berubah. Situasi Perang Dingin sudah tidak bersisa. Akan tetapi, China tetap hadir sebagai salah satu kekuatan besar di Asia Timur yang ancamannya terasa hingga ke Asia Tenggara, baik secara keamanan maupun ekonomi.

Ancaman China dalam bidang keamanan di Asia Tenggara itu terasa kuat lewat sengketa teritorialnya dengan beberapa negara anggota ASEAN di Laut China Selatan. Di luar sengketa teritorial di Laut China Selatan, bidang keamanan juga diwarnai dengan ancaman terorisme dan kejahatan transnasional, seperti perdagangan manusia dan satwa liar.

Kemitraan antara AS dan ASEAN sudah berlangsung cukup lama, 36 tahun. Itu sebabnya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS yang pertama di Bandar Seri Begawan, Brunei, Oktober lalu, kita anggap penting. Itu karena KTT tersebut merupakan bukti bahwa kedua pihak ingin meningkatkan kemitraan di antara mereka.

Melihat perubahan yang terjadi di kawasan ini dalam 36 tahun terakhir, tidak ada cara lain untuk menanggapinya, kecuali AS dan ASEAN duduk bersama-sama, menginventarisasi semua persoalan yang ada, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya. Dalam kaitan itulah, pertemuan sejumlah pejabat AS dan ASEAN di Jakarta ini kita apresiasi.

Beberapa bidang kerja sama baru yang diusung dalam kemitraan AS dan ASEAN adalah secara bersama-sama mempromosikan perdagangan dan investasi, tata pemerintahan yang baik, perang melawan kejahatan transnasional, serta terus mempromosikan ikatan "orang ke orang" melalui kegiatan yang melibatkan pemuda.

Mengenai masa depan kemitraan AS dan ASEAN, tidak ada yang lebih tepat daripada apa yang telah dikemukakan Duta Besar AS untuk ASEAN David L Carden. Ia mengatakan, kedua mitra harus mampu mengenali apa dan bagaimana kemitraan itu sebaiknya dikelola, serta ke arah mana dan untuk apa kemitraan itu dijaga dan harus diperkuat.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003581908
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger