Irlandia—negara zona euro yang paling parah dilanda krisis utang dan dipaksa meminta dana talangan 85 miliar dollar AS tiga tahun lalu—menjadi negara pertama yang resmi keluar dari program bail out. Tiga negara lain yang dapat dana talangan adalah Yunani, Spanyol, dan Siprus.
Langkah keluar dari penalangan ini sejalan dengan membaiknya ekonomi negara itu. Angka pengangguran turun dari 15,1 ke 12,5 persen. Ekonomi kembali tumbuh meski lambat. Investasi asing mulai masuk. Akses pemerintah ke pasar utang internasional kembali terbuka. Sektor pariwisata, konstruksi, dan pertanian kembali menggeliat.
Program talangan mensyaratkan pemangkasan tajam belanja pemerintah, reformasi struktural, serta kenaikan pajak dan penjualan sejumlah aset penting negara. Dengan keluar dari program talangan, kendali perekonomian Irlandia kembali berada di tangan pemerintah dan Irlandia akan bergantung sepenuhnya pada pasar obligasi internasional untuk membiayai defisit anggaran yang 7,3 persen dari PDB dan membayar utang ke kreditor internasional.
Utang Irlandia melonjak dari 25 persen menjadi 123 persen dari PDB akibat krisis tahun 2008. Meski sudah resmi keluar dari program talangan, bukan berarti kesulitan telah lewat. PM Enda Kenny mengingatkan kondisi sulit yang dihadapi beberapa tahun ke depan. Menkeu Michael Noonan memperkirakan perlu 10 tahun bagi Irlandia untuk kembali ke pertumbuhan ekonomi solid.
Salah satu tantangan terberat adalah membenahi perbankan yang dibelit tumpukan kredit macet. Tanpa itu, perekonomian domestik sulit bergerak. Hal lain adalah mengatasi pengangguran. Lembaga pemeringkat Fitch mengingatkan risiko yang dihadapi Irlandia mengingat langkah keluar dari penalangan dilakukan tanpa mengupayakan pinjaman pengaman untuk berjaga-jaga jika situasi memburuk, terutama di perbankan.
Sejumlah ekonom mengingatkan masih rentannya pemulihan ekonomi, antara lain karena ketergantungan yang terlalu besar pada pasar ekspor, seperti Inggris, Eropa, dan AS, yang belum sepenuhnya pulih. Langkah keluar dari program talangan itu dinilai sangat berani mengingat kondisi ekonomi kawasan Eropa yang masih labil.
Perekonomian 17 negara zona euro sebagai pasar utama Irlandia mengalami stagnasi dengan melambatnya pertumbuhan dua perekonomian terbesar, Jerman dan Perancis. Kenny dalam pidato menjanjikan tak akan membiarkan stabilitas negara itu terancam kembali oleh spekulasi dan keserakahan. Negara berikutnya yang diperkirakan keluar dari program talangan adalah Portugal, kemungkinan medio 2014, terutama dengan disetujuinya review terakhir program ekonomi negara itu.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003734808
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar