Kerusuhan terjadi menyusul tewasnya pekerja migran asal India karena tertabrak bus yang dikendarai warga Singapura di persimpangan Race Course dan Hampshire Road di kawasan Little India, Singapura. Kerusuhan yang melibatkan sedikitnya 400 orang itu menyebabkan 3 kendaraan polisi, 1 ambulans, dan 1 sepeda motor hancur. Sebanyak 18 orang luka-luka, termasuk 10 personel polisi dan 4 personel pasukan pertahanan sipil. Situasi mulai terkendali setelah pasukan komando operasi khusus dan Gurkha dikerahkan.
Kita selama ini mengetahui betapa Pemerintah Singapura berusaha dengan sangat keras untuk membuat penduduknya yang terdiri dari beberapa ras itu dapat hidup berdampingan secara damai dan tenteram. Hal ini karena situasi damai dan tenteram itulah yang membuat Singapura berhasil menjadikan dirinya sebagai salah satu pusat keuangan dunia. Kedudukan Singapura sebagai salah satu pusat keuangan dunia itu pulalah yang menjadi salah satu mesin penggerak kemajuan Singapura.
Kerusuhan rasial tidak boleh terjadi di Singapura. Itu sebabnya, Perdana Menteri Lee Hsien Loong langsung meminta warga Singapura tidak berpandangan buruk kepada pekerja asing. Ia menegaskan, sebagian besar pekerja asing di Singapura taat hukum.
Lee juga meminta agar rakyat Singapura tidak bereaksi negatif kepada pekerja asing. "Mereka menyumbang pada ekonomi kita, dan mereka juga bekerja keras untuk hidup dan mendukung keluarga mereka di kampung halamannya," ujarnya. Lee menambahkan, "Kita jangan membiarkan kejadian buruk ini (kerusuhan) menodai pandangan kita tentang pekerja asing di sini. Jangan juga harus memaafkan komentar-komentar yang penuh kebencian, khususnya secara online."
Pemeriksaan yang teliti, yang tengah dilakukan oleh kepolisian Singapura, tidak dilakukan karena dendam atau perasaan marah, tetapi dilakukan untuk menghukum yang bersalah karena melakukan kekerasan atau perusakan, serta untuk memahami mengapa kerusuhan itu dapat terjadi. Sampai saat ini, sebagian besar pekerja asing yang ditangkap karena diduga terlibat dalam kerusuhan itu berkebangsaan India.
Dengan mengetahui penyebab terjadinya, diharapkan kemungkinan terjadinya kerusuhan serupa di masa depan dapat dihindari. Pemeriksaan yang teliti memang diperlukan, bagaimana tidak, saat ini sedikitnya ada 700.000 pekerja asing yang bekerja di beberapa sektor di negara yang berpenduduk 5,3 juta orang. Jika tidak dikelola secara hati-hati, kerusuhan serupa dikhawatirkan dapat terjadi di masa depan.
Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003669758
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:
Posting Komentar