Cari Blog Ini

Bidvertiser

Jumat, 13 Desember 2013

TAJUK RENCANA: Ukraina, Musuh yang Sama (Kompas)

KRISIS politik masih membelit Ukraina. Bagaimana akhir krisis ini belumlah jelas bentuknya meski tuntutan kelompok oposisi sangat jelas.
Tujuan akhir gerakan para demonstran, kelompok oposisi, adalah menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych. Tujuan awal sebenarnya bukanlah penggulingan Yanukovych. Demonstrasi besar-besaran yang dimulai pada akhir November lalu dipicu keputusan pemerintahan Yanukovych menunda penandatanganan perjanjian kemitraan lebih jauh dengan Uni Eropa. Padahal, perundingan untuk tujuan itu sudah lama dilakukan. Perjanjian itu merupakan langkah awal bergabungnya Ukraina dengan Uni Eropa.

Karena keputusan pemerintah itulah, ribuan orang Ukraina pro-Uni Eropa turun ke jalan di ibu kota Kiev. Mereka mendesak Yanukovych membatalkan penundaan penandatanganan itu dan terus mendekati Uni Eropa. Namun, tuntutan rakyat itu ditolak Yanukovych. Penolakan itu telah menyulut demonstrasi yang lebih besar hingga saat ini.

Dari sinilah tuntutan para demonstran berubah: dari menuntut agar pemerintah segera menandatangani perjanjian dengan Uni Eropa menjadi tuntutan agar presiden mundur. Bahkan, para demonstran bersikukuh gerakan mereka baru akan berhenti apabila Yanukovych berhasil disingkirkan, berapa pun harga yang harus dibayar. Itulah tekad mereka. Demonstrasi juga dipicu maraknya korupsi yang dilakukan para politisi.

Krisis politik sekarang ini mengingatkan akan peristiwa yang terjadi pada November 2004 hingga Januari 2005 yang disebut Revolusi Oranye, yakni revolusi yang dikobarkan kaum ultranasionalis, lalu didukung kelompok kanan-jauh, dan kelompok sayap kanan radikal. Revolusi dipicu pemilu presiden yang dimenangi Viktor Yanukovych, dukungan Rusia, tetapi sarat dengan kecurangan.

Pergolakan kali ini pun sasaran utamanya Yanukovych, sama seperti saat Revolusi Oranye. Musuhnya tetap sama, hanya kelompok perlawanannya berbeda. Demonstrasi saat ini digerakkan orang-orang Ukraina bagian barat, yang pada umumnya merasa lebih Eropa dibandingkan dengan orang-orang Ukraina bagian timur yang berbahasa Rusia. Meskipun orang-orang Ukraina bagian timur pun ada yang mendukung, terlibat dalam pergolakan kali ini. Inilah demonstrasi melawan pemerintah yang digulirkan kaum muda dan kelas menengah.

Akankah gerakan perlawanan mereka berhasil? Kalau pemerintahan Yanukovych tetap menggunakan kekerasan, militer, dan polisi untuk menumpas para demonstran, bisa jadi ia mengubur dirinya sendiri. Tentu hal demikian tidak diinginkan. Oleh karena hal itu hanya akan membawa Ukraina yang kini dibelit krisis ekonomi semakin terpuruk.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003634191
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger