Cari Blog Ini

Bidvertiser

Selasa, 28 Januari 2014

TAJUK RENCANA Prospek Penyelesaian Krisis Suriah (Kompas)

PROSPEK penyelesaian krisis politik Suriah masih belum jelas, tetapi hasil pertemuan delegasi pemerintah dan oposisi di Geneva sungguh melegakan.
Kedua pihak, dalam pertemuan dua hari akhir pekan lalu, bersepakat mengatasi persoalan kemanusiaan. Delegasi pemerintah, misalnya, bersedia membebaskan kaum perempuan dan anak-anak dari Homs, kota yang dikepung pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Homs dan Aleppo merupakan dua kota yang menjadi pusat pertarungan keras antara pasukan pemerintah dan gerilyawan oposisi sekitar tiga tahun terakhir. Sejak tahun lalu, Homs diambil alih dan dikepung pasukan pemerintah yang menimbulkan persoalan kemanusiaan. Bukan hanya kekuatan oposisi yang terjepit, melainkan keselamatan ribuan penduduk sipil, terutama kaum perempuan dan anak-anak, juga terancam. Kesepakatan membebaskan kaum perempuan dan anak-anak tentu saja melegakan.

Pemerintah dan oposisi juga sepakat membebaskan tawanan yang menurut oposisi jumlahnya mencapai 50.000 orang. Sungguh melegakan pula, kedua pihak sepakat membuka jalan masuk bagi konvoi bantuan kemanusiaan PBB ke wilayah yang dikepung pasukan pemerintah dan yang diduduki kekuatan oposisi.

Pertemuan Geneva dengan segala hasilnya merupakan perkembangan menarik dalam upaya mengatasi konflik politik di Suriah yang berlangsung tiga tahun terakhir. Kedua pihak yang bertikai akhirnya bisa duduk bersama, membahas persoalan yang dihadapi bangsa dan negerinya. Kesepakatan yang dicapai akhir pekan lalu diharapkan akan membuka peluang yang lebih besar dalam mengatasi konflik yang telah meminta korban jiwa dan kerugian harta benda. Hampir tidak ada hari berlalu tanpa korban jiwa. Paling tidak 130.000 orang tewas dan jutaan orang menjadi pengungsi.

Keprihatinan meningkat karena tidak terlihat tanda-tanda konflik akan segera surut, tetapi cenderung bertambah buruk. Oposisi terus meningkatkan serangan dalam upaya mengakhiri pemerintahan Presiden Assad yang dinilai otoriter dan korup, sementara penguasa terus mempertahankan posisinya.

Keadaan bertambah runyam karena kelompok radikal, termasuk jaringan Al Qaeda, menyusup masuk ke Suriah, mau bermain di air keruh. Upaya menyelesaikan krisis Suriah bertambah runyam karena situasi regional tidak kondusif. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah diguncang krisis politik, sementara konflik Palestina-Israel tetap menjadi bara dalam sekam.

Sangatlah diharapkan krisis Suriah dapat diselesaikan oleh bangsa Suriah sendiri. Krisis yang dibiarkan berlanjut tidak hanya dapat membuat Suriah terperosok dalam kehancuran, tetapi juga menghambat upaya menciptakan situasi Timteng yang lebih kondusif.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000004421560
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger