Cari Blog Ini

Bidvertiser

Jumat, 21 Maret 2014

TAJUK RENCANA Snowden Ajak Perjuangkan Privasi (Kompas)

Edward Snowden, eks kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA), menjadi berita lagi. Ia "hadir" di pertemuan Technology Entertainment Design (TED).
Di pertemuan TED, Snowden, yang tinggal di pengasingannya di Rusia, muncul dalam bentuk robot android beroda dengan layar monitor yang menayangkan wajahnya. Ia berjanji akan mengungkap banyak bukti baru terkait dengan penyadapan yang dilakukan oleh NSA. Tentunya kita menunggu bukti baru apa yang akan diungkapkan oleh Snowden dan berharap ada sesuatu yang menarik dari sana.

Ketika pertama kali Snowden membuka penyadapan yang dilakukan oleh NSA, semua heboh dan marah, mengapa Amerika Serikat melakukan hal itu. Apalagi, penyadapan itu juga dilakukan terhadap negara-negara yang menjadi sekutu dekatnya. Namun, saat itu juga sempat terlintas pertanyaan, mengapa Snowden sebagai eks kontraktor NSA melakukannya?

AS mendakwa Snowden telah melakukan kegiatan spionase. Akan tetapi, Snowden memilih menghindari debat publik untuk menentukan, apakah ia seorang pembisik yang berjasa atau seorang pengkhianat? "Saya adalah warga negara biasa, sama seperti warga negara AS lainnya," ujarnya.

Ia memilih menggunakan pertemuan organisasi nirlaba, TED, di Vancouver untuk melakukan pembelaan diri atas mengapa ia membocorkan penyadapan yang dilakukan NSA, tempat ia bekerja. Dalam wawancara dengan kurator TED, Chris Anderson, yang dikutip kantor berita AFP, Snowden mengatakan, inspirasi untuk memberikan arsip-arsip rahasia NSA kepada wartawan itu muncul saat ia melihat tindak spionase AS telah menerobos terlalu jauh dalam data (kehidupan) pribadi jutaan pengguna telepon dan internet.

Ketika ditanya mengapa masalah itu tidak dibawanya ke Kongres AS, ia mengatakan khawatir masalah itu akan dikuburkan dalam-dalam.

Ia juga berharap, melalui pertemuan TED itu, ia dapat menyerukan kepada semua orang di dunia untuk memperjuangkan keamanan privasi mereka dan kebebasan mereka dalam berinternet.

Pencipta internet, Tim Berners-Lee, sempat bergabung sebentar dalam wawancara Snowden dengan Anderson. Dalam kesempatan itu, Snowden menyatakan dukungannya pada kampanye Berners-Lee bagi terciptanya "Magna Carta" global yang mengatur tentang nilai dan hak di dunia internet. "Sebuah 'Magna Carta' internet adalah sesuatu yang kita perlukan," katanya.

Yang dimaksud dengan "Magna Carta" internet adalah pedoman tentang tata aturan menggunakan internet. Dan, pedoman seperti itu memang diperlukan, terutama dalam menjaga agar privasi orang per orang saat berinternet dapat terjaga dengan baik.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000005573461
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger