Cari Blog Ini

Bidvertiser

Jumat, 09 Mei 2014

TAJUK 1: MERS, Globalisasi dan Tantangannya (Kompas)

Beberapa hari terakhir, kita dientak oleh pemberitaan mewabahnya serangan penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) Corona Virus.
Seperti dilaporkan harian ini, Kamis (8/5), virus yang pertama dilaporkan di Arab Saudi pada September 2012 itu sejauh ini telah mengenai hampir 500 orang di dunia, lebih dari 400 orang di Arab Saudi.

MERS-Cov menyerang saluran pernapasan bawah (paru) dan pasien yang terkena akan mengalami demam tinggi, batuk, serta sesak napas. Pada paru terjadi radang akut (pneumonia) dan komplikasi pada ginjal.

Sebagaimana wabah SARS pada 2003, MERS juga tengah menyebar, pertama di Timur Tengah, dan beberapa negara lain. Bahwa Arab Saudi disebut secara khusus masuk akal karena di negara inilah terdapat kota Mekkah dan Madinah yang menjadi tujuan ibadah umat Islam.

Tercatat ada sekitar 150.000 orang per bulan dari Indonesia yang melaksanakan ibadah umrah, 30 persen di antaranya berusia di atas 65 tahun, yang justru menjadi sasaran rawan terserang MERS. Selain usia, golongan yang juga rentan terhadap infeksi yang ditularkan oleh unta ini adalah mereka yang punya penyakit kronis. Selain umrah, Indonesia juga negara dengan jemaah haji berjumlah besar, 200.000 dari 2 juta jemaah haji dunia.

Sebagaimana SARS, MERS juga menghadapkan dunia dengan ciri globalisasi pada tantangan baru, bukan saja dari interaksi antara jemaah umrah dan haji, melainkan juga interaksi antara warga Timur Tengah dan warga dunia lain. Hal inilah yang perlu mendapat perhatian serius dari otoritas kesehatan, tidak hanya negara, tetapi juga dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sudah tepat kiranya imbauan, pun langkah-langkah preventif antisipatif. Sosialisasi mengenai MERS melalui media massa besar peranannya. Lalu, sebagai langkah pencegahan, calon jemaah umrah berusia 65 tahun ke atas, juga anak di bawah usia 12 tahun dan ibu hamil, dianjurkan tidak berangkat ke Arab Saudi.

Tidak kalah penting menanggulangi penderita. Di sini dibutuhkan kesaksamaan tenaga medis agar tidak malah tertular ketika menangani pasien yang terinfeksi MERS. Semuanya kita lakukan secara sigap dan cermat, tanpa harus memunculkan kesan yang membuat panik warga.

Inilah tantangan yang dihadapi peradaban modern dengan sifat global ini. Apa yang mewabah di wilayah jauh lalu merambah ke negeri kita dan negara lain di dunia.

Selain itu, realitas MERS memperlihatkan bahwa di tengah kemajuan ilmu kedokteran, hal itu tidak lalu berarti dunia terbebaskan dari tantangan baru. Masih jelas kita saksikan fenomena, setiap kali kita mencapai kemajuan di bidang penanggulangan penyakit, tiba-tiba muncul penyakit baru yang sebelumnya tidak dikenal. Namun, sejauh ini kita punya keyakinan, ilmu pengetahuan yang diupayakan pengembangannya oleh para peneliti pandai, suatu saat dapat mengatasi tantangan yang ada.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000006516266
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger