Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 10 Mei 2014

TAJUK RENCANA Penculikan, Kejahatan Kemanusiaan (Kompas)

PENCULIKAN, apa pun alasannya, pertama-tama, adalah sebuah tindakan pengecut; tindak kejahatan kemanusiaan yang amat kejam.
Apalagi tindakan, seperti yang terjadi di Nigeria, dilakukan terhadap anak-anak; anak-anak perempuan. Terhadap tindakan semacam ini, kita tidak ragu-ragu menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran hak anak yang tergolong tindak kejahatan kemanusiaan yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Tindakan ini bukan saja telah merampas hak anak untuk hidup merdeka, melainkan juga menyebabkan anak terpaksa harus berpisah dan kehilangan kasih sayang dari orangtua serta tercerabut dari akar budaya komunitas asalnya.

Berita tentang penculikan terhadap lebih dari 200 remaja putri di Nigeria yang dilakukan oleh kelompok Boko Haram telah menggetarkan dunia yang masih memiliki rasa kemanusiaan; masyarakat dunia yang masih menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, sangat masuk akal kalau kemudian sejumlah negara, termasuk AS, Inggris, dan Perancis, juga Tiongkok, menawarkan diri untuk membantu Nigeria mencari para remaja putri korban penculikan dan memerangi kelompok penculik.

Sekadar catatan, Boko Haram yang berarti 'melarang pendidikan Barat' dibentuk tahun 2000-an. Mereka adalah gerakan radikal ultrakonservatif. Namun, ada yang mengartikan istilah tersebut, "boko haram", mengandung nilai religius dan sosial dalam konteks Nigeria utara yang miskin, yang juga terbelakang dalam pendidikan. Pendidikan Barat hanya bisa dinikmati oleh sedikit orang elite yang mendapat pendidikan di universitas di Inggris. Mereka kembali dan menjadi elite yang memerintah.

Akan tetapi, apa pun alasannya, penculikan terhadap remaja putri—juga tentu apabila dilakukan terhadap anak laki-laki—dari asrama tempat mereka menjalani pendidikan, sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ini tindakan yang sungguh melanggar hak asasi manusia. Mereka merampas hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan, hak untuk maju, dan hak untuk menikmati kebebasan sebagai manusia bebas, sebagai manusia yang sama sebagai ciptaan Tuhan. Ini sebuah tindakan diskriminasi terhadap perempuan.

Bukankah pendidikan adalah upaya membentuk anak didik untuk punya hasrat dan habitus yang mengarah pada keutamaan, seperti keberanian, persahabatan, kemurahan hati, keadilan, dan keunggulan. Namun, upaya tersebut telah dimatikan oleh Boko Haram.

Jelaslah bagi kita semua, penculikan atas nama apa pun, atau apa pun alasannya, tidak bisa dibenarkan. Apalagi, penculikan anak-anak perempuan yang kemudian dijual, diperdagangkan, atau untuk tujuan-tujuan lain. Karena itu, kita sependapat bahwa masyarakat dunia harus turun tangan membantu Nigeria.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000006531353
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger