Cari Blog Ini

Bidvertiser

Rabu, 17 Juni 2015

Bulan Ramadhan dan Kenakalan Remaja di Jalan

Setiap menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan, saya selalu menyaksikan semakin banyak remaja yang berkeliaran di jalan raya dengan sepeda motor tanpa dilengkapi SIM atau STNK. Tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, dan/atau mengendarai motor secara ugal-ugalan.

Perilaku mereka tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain. Alasan mereka adalah untuk membuang waktu sampai dengan waktu berbuka (ngabuburit). Fenomena ini tidak hanya terjadi di Bogor, tempat saya tinggal, tetapi juga di kota-kota lain di republik ini, baik di jalan raya maupun di jalan kecil. Namun, kepolisian dan masyarakat tampak tak acuh dengan kondisi tersebut.

Direktorat Lalu Lintas Polri seharusnya peka dan sebaiknya melakukan razia setiap hari dari pukul 15.00 sampai dengan 18.00 waktu setempat demi menekan kecelakaan lalu lintas akibat kenakalan remaja ini. Selain itu, orangtua juga jangan memberikan sepeda motor kepada anak mereka jika tidak memiliki SIM, tidak mengenakan helm, atau mengendarai motor secara ugal-ugalan.

Selain itu, remaja juga sebaiknya diberikan tugas rumah tangga agar waktu luangnya tertutup. Masyarakat pun jangan ragu untuk menegur remaja yang berperilaku seperti ini karena kekuatan kepolisian sangat kurang jika mereka juga harus merazia di jalan-jalan kecil.

JAZMAN IHSANUDDIN, KAMPUNG SITUPETE NOMOR 44, RT 001 RW 001, SUKA DAMAI, TANAH SEREAL, KOTA BOGOR, JAWA BARAT

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Juni 2015, di halaman 7 dengan judul "Surat kepada Redaksi ".


Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger