Bayangkan, setelah 12 tahun era kekuasaan John Howard pada 2007, Australia mengalami lima kali pergantian kekuasaan, termasuk pelantikan Malcolm Turnbull sebagai perdana menteri (PM), Selasa 15 September. Namun, lebih dari empat pemimpin sebelumnya, Turnbull dari Partai Liberal sangat diharapkan dapat menggairahkan kehidupan ekonomi dan meningkatkan kinerja pemerintahan.
Perekonomian Australia sekitar satu tahun terakhir memang mengalami kelesuan. Pendapatan negara merosot tajam karena pajak dari sektor pertambangan turun drastis. Sektor pertambangan sebagai salah satu andalan utama perekonomian Australia mengalami pukulan hebat karena menurunnya ekspor, seiring dengan melesunya perekonomian regional dan global.
Sebagai dampaknya, angka pengangguran meningkat, terutama di sektor pertambangan. Terasa lebih mengusik lagi, Australia mengalami resesi untuk pertama kalinya dalam 24 tahun terakhir. Tantangan bagi pemerintahan Turnbull tentu saja bagaimana menggairahkan kembali perekonomian yang sedang mengalami kelesuan mendalam. Jelas tidak gampang pula mendorong ekspor karena perekonomian kawasan dan dunia sedang lesu.
Dengan latar belakang sebagai pengusaha sukses, wartawan, dan pengacara, Turnbull diharapkan dapat melakukan terobosan dramatis dalam menggairahkan ekonomi dan meningkatkan kinerja pemerintahan. Belum diketahui apa yang akan dilakukan Turnbull. Akan tetapi, mantan banker ini diharapkan menampilkan gaya kepemimpinan baru yang harus berbeda dari pendahulunya, Tony Abbott, yang sering mengulang-ulang pernyataan dan terkadang keseleo dalam penuturan.
Para penentang Turnbull, terutama dari kubu Partai Buruh yang beroposisi, mempertanyakan kemampuan pengusaha kaya itu. Turnbull bisa saja menampilkan gaya kepemimpinan baru, tetapi apakah ia mampu mengambil keputusan karena keterbatasan pengalamannya dalam menangani urusan publik. Sementara para pengamat cenderung berpendapat, Turnbull harus berkejaran dengan waktu dalam menggairahkan kehidupan ekonomi dan meningkatkan kinerja pemerintahan dalam melakukan perubahan, termasuk mencari pasar-pasar baru.
Harapan rakyat Australia atas pemerintahan Turnbull sangat tinggi. Prospek pemerintahannya tentu saja akan sangat ditentukan oleh keberhasilannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Prestasi pemerintahannya akan menentukan kemenangan Partai Liberal dalam pertarungan dengan Partai Buruh dalam pemilu yang dijadwalkan tahun depan.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 September 2015, di halaman 6 dengan judul "Tantangan PM Baru Australia".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar