Pasca peristiwa terorisme di Paris, Perancis, yang menewaskan lebih dari 120 orang, ancaman Perang Dunia III semakin nyata. Namun, berbeda dengan PD I dan II, ancaman PD III muncul dalam dimensi dan karakteristik yang berbeda.
Jika pada PD I dan II peperangan terjadi antarnegara, maka pada PD III ini kemungkinan antara negara dengan kelompok warga berideologi radikal.
Perang dengan kelompok berideologi radikal jauh lebih sulit dibandingkan perang dengan negara. Sangat sulit mengidentifikasi mana lawan mana kawan, karena mereka ibarat virus yang bisa menjangkiti siapa saja tanpa mengenal batasan negara, bangsa, suku, maupun bahasa. Mereka bisa menyebarkan ideologi lintas batas tanpa kasat mata.
Dalam kasus Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), kita melihat bagaimana Pemerintah Irak dan Suriah kesulitan menumpas eksistensi NIIS. Bahkan sebaliknya, pengaruh NIIS semakin besar masuk ke pelbagai negara lain, seperti Belgia dan Perancis beberapa waktu lalu. Pasukan NIIS membaur dengan warga sipil biasa sehingga gerak-geriknya sulit diidentifikasi.
Melihat fenomena ini, Pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam. Tidak menutup kemungkinan pengaruh NIIS telah masuk dan menyeret Indonesia pada pusaran potensi PD III. Saat ini riak-riak NIIS mulai muncul. Bahkan beberapa WNI sudah bergabung dengan NIIS di Suriah.
Jika pemerintah dengan badan intelijennya tidak cepat tanggap, maka kasus Perancis, Irak, dan Suriah bisa terjadi di Indonesia. Tinggal menghitung hari.
AGUS HERTA SUMARTO
Sudimarajaya RT 003 RW 005, Tangerang, Banten 15151
Proyek Tanggul Bendung Koja
Akhir-akhir ini pemerintah menggalakkan banyak proyek, tidak terkecuali proyek pembuatan tanggul Bendung Koja di Kelurahan Jatiasih, Bekasi. Tepatnya di sisi Perumahan Mandosi Permai, Jatiasih, Bekasi.
Tujuan utama pembuatan tanggul tersebut adalah untuk mencegah banjir akibat meluapnya Sungai Cikeas. Banjir dikhawatirkan menggenangi Perumahan Mandosi Permai.
Akan tetapi, proyek yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Udania Mandiri Utama, dibawah pengawasan Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, dibuat asal-asalan. Cara menyambung/merangkai besi untuk rangka pengecoran tanggul jauh dari kelayakan teknis. Baru beberapa minggu setelah dicor, terjadi keretakan parah pada sambungan (kami memiliki beberapa foto bukti).
Keretakan akan semakin lebar dan dengan demikian percuma saja dana proyek yang keluar, karena tidak sesuai dengan tujuan utama mencegah banjir. Suatu hal yang sebenarnya bisa dicegah dengan pengawasan yang benar sejak proyek dimulai.
Tampak jelas proyek pemerintah itu diserahkan kepada kontraktor abal-abal. Bahkan awalnya proyek berlangsung tanpa pemberitahuan kepada warga, juga tanpa plang proyek yang berisi "blue print" dan anggaran. Setelah didesak warga, baru kontraktor memasangnya.
Di Perumahan Mandosi Permai terdapat rumah pompa untuk mengantisipasi banjir dari Sungai Cikeas, yang juga dibongkar oleh kontraktor itu. Sampai sekarang baru rumah pompa yang berdiri sedangkan unit pompa tidak dipasang.
Saat pertama hujan awal bulan ini, di perumahan kami mulai banyak genangan air yang hampir masuk rumah. Pihak kontaktor dan pengawas proyek pernah secara lisan berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak karena dilewati truk-truk molen, juga sarana sosial yang dibuat secara pribadi oleh warga kini rusak akibat proyek. Ternyata sampai saat ini tidak ada realisasi.
Melalui pengurus lingkungan kami sudah berusaha menghubungi kontraktor, baik dengan layanan pesan singkat (SMS) maupun telepon, namun tidak ada respons positif.
Mohon kepada pemerintah atau pun instansi terkait untuk segera menegur kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, agar bertanggung jawab menyelesaikan dan merapikan proyek yang belum tuntas.
Jalan telah rusak karena untuk lalu lalang truk molen, lingkungan pun menjadi kumuh.
Kami tidak berharap banyak, hanya mohon kepada pihak yang terkait dan pengawas proyek- proyek pemerintah untuk mengawasi dengan benar proyek yang dibiayai dengan uang rakyat.
Semoga pemerintah atau pun instansi terkait dan kontraktor yang mengerjakan proyek Bendung Koja bisa segera menyelesaikan proyek tersebut dan kompleks kami kembali asri.
JOKO TRIRAHARJO
Warga Perumahan Mandosi Permai, Bekasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar