Cari Blog Ini

Bidvertiser

Kamis, 20 Desember 2018

Pesan Kejujuran//Layanan Bengkel//Jakarta Macet Terus Macet (Surat Pembaca Kompas)


Pesan Kejujuran

Kita dapat menyaksikan betapa harian Kompas secara ajek menyampaikan pesan-pesan moral dalam pemberitaannya. Pertanyaannya, apakah pesan itu bisa sampai ke sasaran, yakni masyarakat luas, sehingga dapat menanamkan suatu sikap yang menjunjung tinggi kejujuran?

Pada edisi 30 November 2018 di halaman Opini, kita melihat dua judul yang, kalau dibaca menyeluruh, mengandung pesan moral yang sama: kebenaran dan kejujuran. "Awan Gelap Peradilan Kita" sebagai judul Tajuk Rencana didampingkan dengan opini "Pentingnya Kebenaran".

Berulang kali secara tersirat ataupun tersurat dinyatakan bahwa ketegasan dan keterlibatan eksekutif puncak, sikap untuk menegakkan kebenaran, harus diperlihatkan dan dijalankan secara aktif dengan publikasi yang luas. Top down, pendekatan dari panutan pemimpin formal dalam bentuk teladan, mesti disertai sikap berupa perintah dengan ancaman sanksi yang berat apabila tidak dijalankan.

Kekenesan untuk tak mencampuri sisi yudikatif sudah harus segera ditinggalkan. Kompas sudah menegaskan bahwa Indonesia sedang berada dalam kedaruratan korupsi. Kepala daerah—apakah itu bupati, wali kota, atau gubernur—dalam sistem eksekutif berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Saatnya para menteri terkait bersikap tegas dan keras.

Semoga kebisingan politik menjelang pemilu tidak mengendurkan upaya penegakan kebenaran serta keadilan di negara tercinta ini.

Hadisudjono Sastrosatomo
Jl Pariaman, Pasar Manggis,
Setiabudi, Jakarta Selatan

Layanan Bengkel

Jumat (14/12/2018), saya menelepon Bagian Servis Bengkel Suzuki, Pulogadung, bahwa sesuai dengan anjuran pihak bengkel dua bulan yang lalu, saya mau mendaftar penggantian kopling mobil Vitara saya untuk Sabtu (15/12). Petugas tersebut mengatakan, datang saja.

Saya sudah belasan tahun sebagai pelanggan Bengkel Suzuki Pulogadung. Jelas data tentang servis saya lengkap ada pada Suzuki. Pada Sabtu itu, saya datang dengan keyakinan bahwa suku cadang sudah tersedia dan penggantian kopling dilakukan pada hari itu juga. Menunggu setengah jam untuk dilayani, tiba giliran saya. Ternyata suku cadang tak tersedia.

Saya diminta datang pada 20 Desember jika suku cadang sudah tersedia. Saya kesal, sudah daftar lewat telepon dengan keluhan jelas, tetapi pulang sia-sia. Buang-buang waktu dan menghadapi macet berjam-jam.

Kalit
Cipinang, Jakarta Timur

Jakarta Macet Terus Macet

RRC berpenduduk 1,3 miliar jiwa kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kompas (7/12/2018) memuat berita seorang warga Suqian, Provinsi Jiangsu, bernama Chen (29) mendapat ucapan selamat dari warga media sosial karena lulus tes mendapat SIM yang dia peroleh setelah dalam 11 tahun terakhir selalu gagal dalam tes.

Di hari sama di halaman lain diberitakan, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan Edy Rusyanto mengatakan, ada empat faktor pemicu kecelakaan: manusia, kendaraan, jalan, dan alam. Faktor manusia menyumbang sekitar 90 persen.

Saat ini, musim hujan sudah mulai. Genangan air di sejumlah jalan di wilayah Ibu kota, bahkan diperkirakan banjir, akan melanda wilayah terutama yang berpenduduk padat dan berlokasi dekat sungai. Tentu juga kondisi ini akan menambah macet lalu lintas dan mengganggu aktivitas warga Ibu Kota.

Saatnya Polri dan Pemprov DKI menerapkan atau mencontoh cara yang dilakukan di RRC: bekerja keras mengurangi kemacetan dengan pembenahan, peremajaan pengangkut umum, terutama mensterilkan jalur 13 koridor transjakarta, dan memperbaiki drainase serta ratusan jalan berlubang dan rusak.

Polda rutin setiap minggu merazia kendaraan roda dua dan empat serta menindak yang melanggar rambu-rambu dan marka lalu lintas di tempat.

Pemerintah pusat dan DKI, Jakarta jangan dibiarkan macet dan macet terus.

Arifin Pasaribu
Kompleks PTHII, Kelapa Gading Timur,

Jakarta Utara

Kompas, 19 Desember 2018

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger