ARSIP PRIBADI

Agustine

 

Sejak tahun 1970, setiap 22 April, kita merayakan Hari Bumi. Salah satu tujuannya adalah mengingatkan kita semua agar ikut melindungi Bumi tempat kita hidup.

Namun, kondisi lingkungan yang buruk, seperti banjir, polusi, dan suhu udara yang makin panas, masih kita rasakan. Tampaknya perilaku masyarakat dalam menjaga alam masih jauh dari memadai. Saya ingin mengajak pembaca untuk kembali membangun kesadaran ramah lingkungan yang dimulai dari keluarga, sebagai salah satu solusi.

Mengapa keluarga
Keluarga adalah komponen terkecil, tetapi paling penting dalam kehidupan bermasyarakat. Segala sesuatu dimulai dari sini. Orangtua, baik yang masih usia muda maupun yang sudah lebih senior, amat menentukan proses pembelajaran anggota keluarga lainnya.

Anak-anak maupun asisten rumah tangga di dalam keluarga perlu dilibatkan untuk menjalani hidup sehari-hari secara sadar demi menjaga kelestarian lingkungan alam. Secara psikologis, hal ini dapat dimulai dengan mengembangkan motivasi untuk berperilaku ramah lingkungan, memberi pengetahuan mengenai apa dan mengapa perilaku tersebut harus dijalani.

Apakah perilaku tersebut dapat atau mungkin dilaksanakan serta apa keuntungan yang dapat dirasakan oleh setiap anggota keluarga. Prinsip pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memotivasi setiap anggota, pemahaman yang memadai tentang perlunya berperilaku, prinsip kebersamaan dan keterlibatan semua anggota keluarga, peluang untuk berkreasi, bereksperimen dan penggunaan berbagai metode maupun sarana, pengulangan dan konsistensi perilaku serta adanya penguatan (imbalan positif) ataupun sanksi terhadap perilaku tertentu. Dengan demikian, lama-kelamaan perilaku ramah lingkungan akan menjadi kebiasaan, melekat dan "mendarah daging" dalam kehidupan semua anggota keluarga tanpa kecuali.

Anak-anak usia dini mungkin lebih mudah diajak untuk meniru perilaku orangtua maupun dewasa lain di sekitarnya. Oleh karena itu, mereka yang lebih dewasa perlu menjadi contoh atau model untuk berperilaku ramah lingkungan.

Pertama, orang dewasa perlu membantu anak-anak memahami apa yang dimaksud dengan keberlanjutan atau pelestarian alam. Bisa dimulai dengan membaca buku mengenai Bumi dan manusia.

Sebagai konsep yang luas, pelestarian alam pada dasarnya bermula dari mengenali semua yang kita miliki di Bumi ini, kegunaannya, kaitannya dengan kenyamanan hidup kita saat ini, dan apa yang dapat kita tinggalkan untuk generasi mendatang.

Perilaku ramah lingkungan
Berikut adalah rangkuman dari beberapa sumber (http://en.wikipedia.org/wiki/Precycling; Katie Chiavarone, 2018). Secara garis besar perilaku tersebut meliputi kurangi, gunakan lagi, dan daur ulang. Berikut ini beberapa contoh perilaku yang lebih terperinci:

Kurangi (reduce):
– Mematikan lampu saat Anda meninggalkan ruangan, cabut semua elektronik saat tidak digunakan (komputer, mesin cuci, microwave, dan sebagainya) agar menghemat penggunaan dan tagihan listrik.

– Mematikan keran air saat menyikat gigi atau membersihkan muka.

– Meminta asisten rumah tangga dan anak memberi tahu Anda tentang keran, pipa bocor, bola lampu yang rusak jika mereka melihat.

– Jika memungkinkan, berjalan atau naik sepeda sebagai ganti mengendarai motor atau mobil.

– Menghabiskan makanan yang sudah disediakan, kurangi sisa makanan.

– Mendorong semua anggota keluarga agar mandi dalam waktu lebih singkat dan berhemat air hangat (jika perlu saja).

– Menggunakan bola lampu hemat energi. Meski harganya sedikit lebih mahal daripada produk lama, bola lampu hemat energi ini lebih awet dan sangat menghemat tagihan listrik bulanan.

– Senantiasa menjaga kebersihan kamar, pakaian, tempat tidur sehingga menghemat waktu, air, deterjen dan tenaga untuk mengganti dan mencuci baju, seprai, handuk, dan sebagainya.

– Jika tidak memiliki lahan untuk pohon besar, tanamlah pohon kecil di halaman belakang, bahkan di pot-pot untuk membantu mengurangi pemanasan global.

– Menggunakan berbagai produk yang dapat terurai secara alami, seperti kantong kain (bukan plastik) untuk berbelanja, piring dan gelas (bukan kertas), sabun, pembersih rumah sehingga mengurangi pencemaran lingkungan.

 

Gunakan kembali (reuse):
– Gunakan kertas di kedua sisi, gunakan kertas bekas untuk menulis, bungkus kado, dan sebagainya.

– Gunakan botol minum air isi ulang.

– Kemaslah makan siang anak Anda dalam tempat makan dan tas yang dapat dipakai lagi.

– Sirami tanaman dengan air hujan yang telah ditampung di luar rumah.
-Simpan makanan/minuman yang belum habis di lemari es.

-Gunakan berbagai barang bekas pakai untuk kegunaan lain yang artistik sifatnya.

Daur ulang (recycle):
– Memisahkan sampah organik (sisa makanan, daun) dari sampah non-organik sehingga Anda atau tukang sampah lebih mudah mendaur ulang kertas, gelas, kaleng aluminium, dan plastik.

-Mengambil dan membuang sampah dengan benar, di mana pun kita berada, sekalipun itu bukan milik Anda. Ini merupakan contoh yang bagus dari tindakan ramah lingkungan yang tanpa pamrih.

– Membuang barang dengan benar termasuk limbah rumah tangga yang berbahaya. Daur ulang baterai bekas secara benar.

– Belajarlah berbuat lebih banyak secara lebih sedikit. Ini berarti menikmati apa yang sudah Anda miliki dengan lebih sering, memperbaiki dan menggunakan kembali barang-barang yang ada. Misalnya pakaian, sepatu, dan tas. Ini juga dapat mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi lebih kreatif mendaur ulang barang bekas mereka.

Tips
Untuk memastikan bahwa anak-anak Anda akan mengikuti perilaku di atas, buatlah menjadi permainan. Setiap kali mereka mengikuti salah satu langkah ini, beri mereka bintang. Apabila tidak, ambil bintang yang ada pada mereka.

Pada akhir hari, minta mereka menghitung bintang mereka dan berapa pun jumlahnya, beri mereka hadiah. Hal ini akan membantu anak belajar lebih cepat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sekecil apa pun perilaku untuk melestarikan lingkungan, pasti berkontribusi bagi kehidupan yang lebih luas. Kita sebagai orang dewasa perlu meyakini hal ini dan tidak berkecil hati agar tetap semangat dan mantap melakukannya.