Bagi masyarakat Muslim Indonesia, hari raya Idul Fitri identik dengan kembalinya diri menjadi suci. Dalam tataran hubungan antarmanusia, hal itu mewujud dalam silaturahmi, berkumpul bersama handai tolan, berbuat kebaikan yang melampaui, dan saling bermaafan.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Pemudik antre untuk keluar dari Kapal Dharma Rucitra 9 ddengan membawa barang bawaan untuk melanjutkan perjalanannya di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/5/2019). Pemudik dari sejumlah wilayah di Kalimantan antara lain Kumai, Sampit dan Pontianak mulai berdatangan untuk pulang ke kampung halaman mereka di Jawa Tengah.

Dari tahun ke tahun, mudik Lebaran melibatkan pergerakan orang dalam jumlah besar menggunakan moda angkutan darat, laut, dan udara; mulai dari kendaraan roda dua, kereta api, kapal laut, hingga pesawat udara.

Kementerian Perhubungan memperkirakan total jumlah pemudik naik dari tahun 2018 sebesar 21,6 juta orang menjadi 23 juta orang tahun ini, 14,9 juta orang di antaranya dari Jakarta dan sekitarnya. Pergerakan orang sebanyak itu dalam waktu hampir bersamaan memerlukan manajemen transportasi yang cermat.

Kementerian Perhubungan sebagai koordinator penyelenggaraan mudik sudah jauh hari mempersiapkan peristiwa mudik. Berbagai cara diupayakan, mulai dari pemberlakuan sistem satu arah di tol dari Cikampek hingga Brebes, pengangkutan motor memakai kereta api, hingga memberikan insentif tarif penyeberangan di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni.

Yang membedakan perjalanan mudik tahun ini adalah telah beroperasinya Jalan Tol Trans-Jawa dari ujung timur hingga barat dan jalan tol di Sumatera dari Bakauheni di Lampung hingga Palembang di Sumatera Selatan. Ini menjadi daya tarik pemudik menggunakan perjalanan darat. Apalagi harga tiket pesawat oleh sebagian orang dianggap relatif mahal sehingga angkutan darat menjadi pilihan.

Seperti telah diprediksi, peningkatan jumlah pemudik keluar Jakarta dan sekitarnya melalui Jalan Tol Trans-Jawa terjadi sejak Kamis dini hari. Kita mengapresiasi kesigapan petugas yang mempercepat sistem satu arah satu jam lebih awal dari rencana ketika terjadi penambahan jumlah kendaraan yang memasuki jalan tol.

Dengan pergerakan pemudik yang berangsur-angsur karena hari libur yang berdekatan di pekan ini, kita mengharapkan tidak terjadi penumpukan pengguna jalan. Begitu juga insentif penurunan harga tiket penyeberangan di Pelabuhan Merak bagi pengguna siang hari akan mengurai antrean penyeberang ke Sumatera yang biasanya menumpuk pada malam hari.

Yang harus terus menjadi perhatian petugas adalah pengguna kendaraan roda dua. Keinginan segera sampai ke tujuan kadang menyebabkan pengendara abai akan keselamatan.