HANDINING

Anastasia Joice Tauris Santi, wartawan Kompas

Perhelatan tahunan, Lebaran dan liburan, sudah berakhir. Sebagian karyawan sudah kembali bekerja, sementara anak sekolah ada yang masih ulangan akhir semester, menunggu pembagian rapor, sibuk mencari sekolah baru, atau ikut tes masuk universitas.

Gajian? Masih dua pekan lagi. Padahal, dalam dua pekan ini masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

Masa Lebaran yang dibarengi dengan liburan Lebaran memang banyak menguras isi kantong. Mulai dari biaya perjalanan, biaya penginapan, jalan-jalan ke tempat wisata, hingga memberikan bingkisan dan uang tunai untuk handai tolan.

Seusai Lebaran, ada tiga posisi dompet: defisit alias kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan sebelum gajian mendatang, impas atau masih ada cukup uang untuk membayar ini dan itu sebelum gajian, atau justru kelebihan dana. Dompet Anda  yang mana?

KOMPAS/PRIYOMBODO

Warga melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di pusat perbelanjaan ritel di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (7/6/2019). Setelah Lebaran dan liburan, posisi keuangan menjadi defisit, impas, atau masih ada kelebihan dana, bergantung pada pengaturan keuangan sebelumnya.

Bagaimana kalau kita benar-benar tidak ada lagi uang untuk membayar uang sekolah bulan Juni, membeli gas yang habis karena belum sempat diisi ulang, atau membayar iuran-iuran lingkungan yang sempat tertunda? Tabungan dana darurat dapat manfaatkan untuk situasi seperti ini.

Dana darurat merupakan dana yang sangat mudah diakses, ditempatkan pada tabungan, emas batangan, rekening emas daring, atau reksa dana pasar uang. Bentuk-bentuk ini dapat dimanfaatkan jika terjadi situasi darurat, seperti kekurangan dana. Tabungan dana darurat sebaiknya dipisahkan dari rekening tabungan operasional rumah tangga.

KOMPAS/PRIYOMBODO

Pengunjung berfoto dengan dekorasi yang menarik di pusat perbelanjaan Plaza Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6/2019). Pusat perbelanjaan memanfaatkan momentum hari raya Lebaran untuk menjaring pengunjung. Konsumen pun harus bijak dalam membelanjakan keuangannya.

Tabungan dana darurat hanya boleh digunakan jika sudah terjadi situasi yang benar-benar memerlukan dana segera. Rekening emas daring, belakangan juga menjadi salah satu alternatif penyimpanan dana darurat.

Hanya dengan mencairkan emas dan menukarnya dengan nilai konversi setara harga emas, dana segera berpindah ke rekening kita. Sementara pencairan reksa dana pasar uang memerlukan waktu setidaknya 3-7 hari.

Jika tidak memiliki dana darurat, penjualan aset investasi jangka panjang dapat menjadi alternatif lain. Misalnya, menjual sebagian saham. Walaupun mungkin, saham yang terpaksa dijual sedang turun nilainya.

KOMPAS/ FERGANATA INDRA RIATMOKO

Pramuniaga menata perhiasan emas, beberapa waktu lalu di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Jumat (23/8/2013). Emas bisa menjadi salah satu bentuk tabungan untuk dana darurat.

Jadi, berbahagialah yang memiliki dana darurat untuk musim paceklik seperti ini. Jangan lupa, setelah keuangan normal kembali, isi kembali investasi jangka panjangnya.

Situasi impas atau masih memiliki uang cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir bulan, merupakan situasi yang lebih baik ketimbang dompet defisit. Segala kebutuhan masih dapat dipenuhi meski uangnya hanya pas saja.

Baca juga: Keuangan Pengantin Baru

Dana darurat pun aman, tidak berkurang. Demikian pula dengan investasi jangka panjangnya. Bagi Anda yang berada dalam situasi seperti ini, bisa sedikit bernapas lega karena dompet tetap aman hingga gajian berikutnya.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Candi Borobudur masih menjadi tujuan wisata utama bagi masyarakat saat libur lebaran di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/6/2019). Dalam beberapa hari ini warga memanfaatkannya dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata, belanja oleh-oleh hingga wisata kuliner di Jawa Tengah. Pengeluaran masyarakat meningkat pada masa-masa ini.

Namun, posisi dompet yang paling aman adalah ketika masih ada surplus setelah Lebaran. Kok bisa? Situasi ini dapat terjadi karena berbagai hal. Bisa jadi karena perencanaan pengeluaran Lebaran yang matang dan cermat. Atau ada beberapa pos pengeluaran Lebaran yang dapat dihemat.

Biaya bensin dapat dihemat ketika jalan tol Trans Jawa dari arah Jakarta ke Jawa Tengah dan Timur lancar pada hari keberangkatan. Selain menghemat biaya bensin, tidak perlu mengeluarkan biaya penginapan.

Baca juga: Zakat Pengurang Pajak

Misalnya, jika tahun lalu untuk pergi ke Jawa Tengah harus mampir menginap di Cirebon karena menanti kemacetan terurai, tahun ini infrastruktur yang baik membuat mudik lebih lancar sehingga tidak diperlukan pos pengeluaran untuk penginapan.

Kalau ada sisa dana seperti ini, sebaiknya ditambahkan ke dana darurat atau untuk investasi jangka panjang. Dana darurat bertambah, investasi pun meningkat. Terbebas dari pening hingga gajian di akhir bulan.