Cari Blog Ini

Bidvertiser

Kamis, 10 Oktober 2013

Demonstrasi Guru Guncang Brasil (Tajuk Rencana Kompas)

GELOMBANG demonstrasi sejak Juni lalu merupakan tantangan serius bagi Presiden Brasil Dilma Rousseff, yang berkuasa sejak Oktober 2010.
Aksi protes terasa semakin dramatis selama dua bulan terakhir setelah kalangan guru ikut turun ke jalan. Sekitar 50.000 guru dan pendukungnya, awal pekan ini, berdemonstrasi di Rio de Janeiro dan Sao Paulo, menuntut kenaikan gaji. Gerakan protes kalangan guru mengejutkan karena selama ini mereka cenderung menahan diri.

Rupanya keadaan sudah tidak dapat ditoleransi lagi sehingga memaksa para guru memprotes gaji yang dinilai tidak memadai. Kalangan guru berpandangan kenaikan gaji 15 persen tidaklah cukup, lebih-lebih karena harga yang melesat tajam. Persoalan harga yang tak terkendali memang merisaukan kalangan masyarakat.

Jelaslah, gerakan protes guru merefleksikan persoalan sosial ekonomi Brasil yang lebih kompleks. Harga-harga melambung tinggi, nilai tukar mata uang melemah, dan indeks harga saham anjlok. Persoalan macam ini sebenarnya bukanlah khas Brasil karena juga dihadapi India dan Indonesia. Namun, dalam kasus Brasil, gelombang protes pecah karena persoalan ekonomi berimpitan dengan persoalan lain, seperti pesta olahraga.

Pemerintahan Rousseff diprotes karena lebih mementingkan persiapan Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016, yang menghabiskan banyak dana, ketimbang membenahi masalah pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Manajemen pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang kedodoran menjadi sumber frustrasi, terutama di kalangan kelas menengah. Ekspresi frustrasi bertambah karena praktik korupsi masih merebak luas di kalangan pejabat pemerintah.

Gerakan protes di Brasil dalam beberapa bulan terakhir lebih digerakkan kelas menengah, yang memang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja pemerintah. Sejauh ini Brasil merupakan salah satu negara yang secara mengesankan berhasil mencapai posisi sebagai negara berpenghasilan menengah. Atas keberhasilannya itu, dunia memberikan apresiasi tinggi, antara lain dengan memilih negeri berpenduduk 198,7 juta itu sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.

Dunia berpandangan, dengan pendapatan per kapita rata-rata 9.300 dollar AS per tahun, Brasil akan segera melepaskan diri dari posisi sebagai negara berpenghasilan menengah. Namun, rupanya Brasil tidak begitu gampang melepaskan diri dari yang disebut jebakan negara berpenghasilan menengah, middle income trap.

Tantangan yang dihadapi pemerintahan Rousseff tidak kecil. Jika pemerintahan Rousseff mampu melakukan terobosan, antara lain dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan transportasi, Brasil akan segera melenggang maju masuk ke dalam kelompok negara industri baru.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000002567475
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger