Cari Blog Ini

Bidvertiser

Sabtu, 16 November 2013

Jangan Berharap Ada Perdamaian (Taju rencana Kompas)

BENAR yang dikatakan oleh Saeb Erekat, Juru Runding Palestina, Israel harus memilih: permukiman atau perdamaian. Tidak bisa keduanya!
Erekat mengatakan hal itu dua hari lalu, setelah tim perunding Palestina memilih mundur dan tidak bersedia melanjutkan perundingan dengan Israel. Langkah itu diambil sebagai bentuk protes terhadap terus berlanjutnya pembangunan permukiman oleh Israel di Jerusalem Timur dan Tepi Barat.

Pembangunan permukiman, atau dalam bahasa lugasnya bisa dikatakan sebagai penyerobotan tanah Palestina, terus dilakukan Israel hingga kini. Meskipun Israel tahu bahwa kebijakan itu menghambat, bahkan merintangi, usaha pencarian dan penciptaan perdamaian di Timur Tengah. Bahkan, lebih jauh lagi, pembangunan permukiman menjadi perintang bagi solusi damai kedua negara.

Sejarah pembangunan permukiman dimulai setelah akhir Perang 1967. Perang itu berakhir dengan didudukinya wilayah Tepi Barat, Jerusalem Timur, Jalur Gaza, Dataran Tinggi Golan, dan Sinai oleh Israel. Begitu menguasai wilayah-wilayah itu, segeralah kebijakan pembangunan permukiman dilakukan Israel.

Dari 1967 hingga 1972, tercatat 8.600 orang Yahudi tinggal di permukiman baru di Jerusalem Timur dan 1.200 di Tepi Barat. Pertumbuhan cepat pembangunan permukiman terjadi tahun 1980-an. Pada tahun 1985, sebanyak 44.000 orang Yahudi menghuni permukiman baru di Tepi Barat, 104.000 orang di Jerusalem Timur, 1.900 orang di Jalur Gaza, dan 8.700 orang di Dataran Tinggi Golan.

Seiring dengan terus meluas dan melebarnya permukiman baru, meski ditentang Palestina bahkan kerap kali menjadi prasyarat dilanjutkannya perundingan perdamaian, jumlah orang Yahudi yang menghuni permukiman pun semakin bertambah banyak. Pada tahun 2005, tercatat 460.000 orang tinggal di seluruh wilayah pendudukan. Saat ini sudah 520.000 orang yang tinggal di sekitar 150 permukiman.

Jelas ini adalah bagian dari taktik dan strategi Israel untuk terus menguasai wilayah pendudukan, Tepi Barat. Jerusalem Timur dan Tepi Barat, terutama Lembah Jordan, adalah yang sangat penting bagi Israel. Dengan menguasai Jerusalem Timur, Israel akan sekaligus menguasai seluruh Jerusalem yang dicita-citakan sebagai ibu kotanya. Sementara itu, Lembah Jordan sangat penting bagi Israel karena daerah itu adalah daerah subur dan sumber air.

Dari hitung-hitungan strategis, kedua daerah itu sangat penting bagi Israel. Karena itu, Israel terus mengembangkan pembangunan permukiman baru di kedua wilayah tersebut. Dampaknya, proses perdamaian tidak maju. Ini berarti jangan harap akan ada perdamaian di kawasan tersebut.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003185533
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger