Cari Blog Ini

Bidvertiser

Kamis, 12 Desember 2013

TAJUK RENCANA: Dengan Kekaguman, Mandela Dilepas (Kompas)

KEKAGUMAN dunia terhadap Nelson Mandela terlihat jelas dalam upacara penghormatan terakhir hari Selasa lalu di Soweto, Afrika Selatan.
Sekitar 90 kepala negara/pemerintahan dari seluruh dunia hadir. Kehadiran kepala negara/pemerintahan yang begitu banyak membuat panggung perkabungan benar-benar menjadi sangat tinggi. Sebaliknya juga para pemimpin dunia yang hadir ikut mendapat pemanggungan tinggi karena dapat berpartisipasi memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh besar sejarah yang telah mengubah dendam menjadi pengampunan.

Bayangkan, dari Amerika Serikat tidak hanya Presiden Barack Obama yang hadir, tetapi juga tiga mantan presiden, yaitu Jimmy Carter, Bill Clinton, dan George W Bush. Sementara dari Inggris, Perdana Menteri David Cameron dan mantan PM Tony Blair. Begitu juga tampak Sekjen PBB Ban Ki-moon dan mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Dari Asia, tampak antara lain Presiden India Pranab Mukherjee, sementara Indonesia yang memiliki hubungan istimewa dengan Mandela sejak awal perjuangannya diwakili Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Para pemimpin dunia yang tampil di panggung perkabungan Mandela sudah pasti menarik perhatian masyarakat global. Mereka semua seakan dipersatukan oleh Mandela di panggung yang sama. Kematian dikatakan selalu menyatukan, termasuk orang-orang yang mungkin saja bermusuhan. Para pemimpin yang selama ini berbeda pendapat, atau bahkan bermusuhan selama puluhan tahun, berada di panggung yang sama untuk memberikan penghormatan kepada Mandela. Salah satu yang paling ekspresif tentu saja ketika Presiden AS Barack Obama bersalaman dengan Presiden Kuba Raul Castro dengan saling melempar senyuman.

Upacara penghormatan terakhir atas kematian Mandela telah menyatukan puluhan ribu orang, mulai dari rakyat jelata sampai para pesohor dunia. Jauh di luar panggung perkabungan di Soweto, jutaan manusia di seluruh dunia ikut membungkukkan badan dan menundukkan kepala atas kepergian Mandela. Bagi masyarakat dunia, Mandela bukan sekadar pahlawan penentang apartheid atau mantan Presiden Afsel, melainkan tokoh karismatik itu juga menjadi ikon dunia dalam menentang diskriminasi serta mendorong rekonsiliasi, persaudaraan sejati, dan perdamaian.

Kekaguman dunia terhadap Mandela tidak hanya diwujudkan dengan pemberian hadiah paling bergengsi Nobel Perdamaian tahun 1993, tetapi juga menyebutnya sebagai orang suci dunia yang tidak menyimpan dendam atas derita dan siksaan yang dialaminya selama 27 tahun di penjara. Mandela sendiri menolak disebut orang suci.

Mandela sudah pergi, tetapi dunia akan tetap mengenangnya sebagai tokoh inspiratif yang telah mengubah dendam menjadi pengampunan, kebencian menjadi persahabatan, kecurigaan menjadi kepercayaan, dan perbedaan menjadi kekayaan hidup bersama.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000003628894
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger