Cari Blog Ini

Bidvertiser

Senin, 17 November 2014

TAJUK RENCANA: G-20 soal Pertumbuhan Ekonomi (Kompas)

PARA  pemimpin negara-negara Grup 20 bertekad mendorong pertumbuhan ekonomi dunia dalam lima tahun mendatang. Bagaimana caranya?
Tekad para pemimpin G-20, termasuk Presiden Joko Widodo, yang disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 akhir pekan lalu di Brisbane, Australia, itu merupakan tanggapan atas kelesuan perekonomian global belakangan ini. Perekonomian dunia menjadi lesu antara lain sebagai dampak krisis utang berkepanjangan di zona Uni Eropa, sementara Amerika Serikat belum dapat melepaskan diri dari kesulitan ekonomi.

Kelesuan ekonomi terlihat jelas pula di Tiongkok, India, dan negara Asia lainnya. Dengan memperhatikan perekonomian global, termasuk kawasan Asia, yang melambat, tekad para pemimpin G-20 mendorong pertumbuhan ekonomi global membangkitkan optimisme baru. G-20 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2,1 persen dalam lima tahun mulai tahun 2018. Pertumbuhan itu akan tercapai jika G-20 sepakat mengeluarkan dana 2 triliun dollar AS untuk menciptakan lapangan kerja.

Penekanan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja sangatlah penting. Bahkan, keberhasilan sebuah pemerintahan pertama-tama diukur oleh kemampuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Tentu menjadi pertanyaan bagaimana para pemimpin G-20 menggalang dana 2 triliun dollar AS untuk menciptakan lapangan kerja. Sebagai upaya mengumpulkan dana, para pemimpin G-20 sepakat meringkus para penghindar pajak, yang melarikan banyak dana.

Terlepas dari segala tantangan, kesepakatan mendorong pertumbuhan ekonomi membangun optimisme baru dalam mengatasi kelesuan ekonomi di berbagai kawasan dunia. Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan juga dari usaha menghadapi persoalan lingkungan. Kiranya relevan ketika para pemimpin G-20 menekankan pentingnya menggalang kerja sama dalam mengatasi perubahan iklim dengan segala dampaknya.

Pemanasan global merupakan ancaman yang harus diatasi dengan mengurangi gas buangan industri dan kendaraan. Kerugian ekonomi atas pemanasan global dan perubahan iklim tidaklah kecil karena mengacaukan musim tanam. Kenaikan permukaan laut sebagai dampak pemanasan global juga membuat para nelayan, terutama yang tradisional, semakin sulit melaut.

Sebagai dampak perubahan iklim, juga munculnya berbagai penyakit. Secara khusus para pemimpin G-20 sepakat berjuang melawan virus ebola yang mengancam sejumlah negara di Afrika dan berpotensi menular ke kawasan lain. Tidak luput dari pantauan G-20 adalah krisis Ukraina sebagai dampak campur tangan Rusia atas kemelut politik di negara tetangganya itu. Krisis Ukraina dikhawatirkan akan menciptakan ketegangan baru Timur-Barat.

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000010144129
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger