Parade itu juga diramaikan dengan fly pass pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Singapura dan pesawat jumbo Airbus A380 Singapore Airlines. Rakyat Singapura pun diminta untuk bersama-sama mengucapkan Janji Nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan, "Majulah Singapura".
Lumrah saja jika 50 tahun kemerdekaan Singapura dirayakan secara besar-besaran. Dalam waktu 50 tahun, negara bekas jajahan Inggris itu telah berkembang dari sebuah kota pelabuhan yang kecil menjadi salah satu pusat keuangan global. Singapura telah mengubah negaranya menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran perdana menteri pertama Singapura Lee Kuan Yew, yang meninggal dalam usia 91 tahun, 23 Maret lalu. Itu sebabnya, dalam parade 50 tahun kemerdekaan Singapura itu juga ada penghormatan khusus kepada Lee Kuan Yew. Lee membawa Singapura menuju kemerdekaan dan memimpin negara itu hingga tahun 1990.
"Dalam usia 50 tahun ini, kami berdiri di tempat yang tinggi. Kami melihat ke belakang dan mengagumi seberapa jauh kami telah berjalan. Kami berterima kasih kepada orang-orang yang telah membuat kami sampai di sini," ujar PM Lee Hsien Loong (63), putra Lee Kuan Yew, yang populer dengan panggilan BG Lee. BG merupakan kependekan dari Brigadier General.
Namun, apa yang telah dicapai Singapura itu bukan tanpa catatan. Para pengkritik mengemukakan, kemajuan pesat Singapura itu dicapai dengan pengawasan dan pengendalian yang ketat atas kebebasan berbicara dan kebebasan berpolitik.
Dalam 50 tahun ini, Singapura hanya dipimpin tiga perdana menteri. PM pertama, Lee Kuan Yew, mundur pada tahun 1990. Lee Kuan Yew digantikan PM Goh Chok Tong hingga tahun 2004. Walaupun mundur pada tahun 1990, Lee Kuan Yew tetap menjabat sebagai Menteri Senior hingga tahun 2004 dan Menteri Mentor (2004-2011). Banyak yang menyebutkan, Goh Chok Tong menjadi PM yang kedua hanya untuk mempersiapkan BG Lee, putra tertua Lee Kuan Yew, yang menggantikannya pada tahun 2004.
Kini, banyak yang mulai mempertanyakan, bagaimana masa depan Singapura setelah BG Lee mundur dari jabatannya sebagai PM nanti? Di masa lalu, semuanya jelas, berbeda dengan sekarang ini. BG Lee, 10 Februari lalu, memasuki usia 63 tahun, belum ada tanda-tanda siapa yang akan menggantikannya kelak? Situasi itu menjadi serius karena Lee Kuan Yew yang mengawal Singapura, kini, sudah tidak ada lagi.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Agustus 2015, di halaman 6 dengan judul "Masa Depan Singapura Dipertanyakan"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar