Cari Blog Ini

Bidvertiser

Kamis, 17 September 2015

TAJUK RENCANA: Kekerasan di Setiap Tahun Baru (Kompas)

Belum lagi bendera Palestina berkibar di Markas PBB, dengan alasan memperingati tahun baru, warga Israel merangsek ke kompleks Masjid Al Aqsa.

Bentrokan pun tak terelakkan. Pada Minggu (13/9), polisi Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa untuk melindungi 80 pemukim Yahudi yang diserang saat mereka dihadang sekelompok pemuda Palestina. Akibatnya, beberapa bagian masjid dilaporkan rusak.

Bentrokan pada Minggu itu dipicu keinginan warga Yahudi berdoa di kompleks masjid tersebut. Media Israel melaporkan, dalam rombongan umat Yahudi itu terdapat Menteri Pertanian Uri Ariel dari sayap kanan.

Pemuda Palestina berkumpul di sekitar Masjid Al Aqsa dan melemparkan batu ke arah polisi yang memasuki kompleks masjid. Pasukan polisi dalam jumlah besar itu menanggapinya dengan melontarkan granat kejut.

Masjid Al Aqsa, atau di kalangan Yahudi disebut Temple Mount, merupakan tempat tersuci bagi pemeluk Yahudi. Sesuai kesepakatan, tempat suci ini boleh dikunjungi umat non-Muslim, termasuk Yahudi, tetapi mereka tidak boleh berdoa di tempat itu karena ditakutkan terjadi bentrokan dengan warga Muslim.

Menanggapi bentrokan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan menggunakan segala cara untuk menghentikan lemparan batu setelah seorang warganya meninggal, terkait dengan lemparan batu. Janji itu diucapkan Netanyahu seusai menggelar rapat kabinet yang khusus membahas bentrokan itu.

Seorang warga Israel, Alexander Levlovitz, meninggal akibat kecelakaan lalu lintas karena mobilnya terkena lemparan batu. Dua teman Levlovitz yang ikut di dalam mobil itu juga mengalami cedera.

Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Nickolay Mladenov mengingatkan, kekacauan di Jerusalem dapat memicu kekerasan lain yang tidak diinginkan. Dia meminta seluruh pemimpin menjamin setiap tamu serta peziarah mengendalikan diri dan saling menghargai.

Bentrokan antara pemukim Yahudi dan warga Palestina sering terjadi. Dalam lima tahun terakhir, setiap tahun selalu muncul laporan bentrokan antara warga Palestina dan Israel menjelang peringatan Tahun Baru Yahudi. Dan, selalu saja warga Palestina hanya bisa menggunakan batu untuk mengatasi agresivitas Israel.

Netanyahu bersikap keras terkait bentrokan tahun ini, berbeda dengan yang ditunjukkannya ketika terjadi bentrokan menjelang perayaan Tahun Baru Yahudi pada 2013 atau 2014, misalnya. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari "kekalahan" diplomasi Israel di PBB, yang membolehkan bendera Palestina berkibar di Markas PBB.

Masyarakat internasional, termasuk Indonesia, bisa mencarikan solusi untuk mengurangi bentrokan yang terjadi setiap menjelang perayaan tahun baru itu.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 September 2015, di halaman 6 dengan judul "Kekerasan di Setiap Tahun Baru".

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger